Assessment Benteng Ambruk di SD Negeri Tipar, BPBD KBB Imbau Masyarakat untuk Terus Waspada
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) Meidi memastikan ambruknya benteng SD Negeri Tipar di Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang akibat terdampak gempa di Sukabumi pada Minggu 15 September 2024.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) Meidi memastikan ambruknya benteng SD Negeri Tipar di Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang akibat terdampak gempa di Sukabumi pada Minggu 15 September 2024.
"Efek Gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Sukabumi, Benteng samping Sekolah Dasar Negeri Tipar padalarang roboh," kata Meidi, Senin 16 September 2024.
Meidi menjelaskan, untuk kejadian robohnya benteng samping sekolah tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB berbarengan dengan gempa mengguncang Kabupaten Sukabumi.
"Kejadiannya sore dan akibat terdampak gempa tersebut roboh benteng samping sekolah dan untuk korban nihil," katanya.
Meidi mengaku, pihaknya telah melakukan assesment ke lokasi ambruknya benteng samping sekolah yang terdampak bencana gempa bumi.
"Kami telah melakukan asessment ke tempat kejadian dan berkoordinasi dengan pihak kewilayahan," katanya.
Pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat untuk senantiasa waspada terhadap potensi bencana yang sewaktu-waktu terjadi.
"Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan selalu berhati-hati karena bencana bisa datang kapan saja," tandasnya.
Sebelumnya, sebuah benteng SD Negeri Tipar di Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ambruk akibat gempa bumi dengan magnitudo 5,3 yang mengguncang Kabupaten Sukabumi, Minggu 15 September 2024 sekitar pukul 16.54 WIB.
Guru SD Negeri Tipar, Igan Sunarlan mengatakan, peristiwa ambruknya benteng sekolah itu terjadi kemarin bersamaan dengan gempa di Kabupaten Sukabumi.
"Kami dapat laporannya kemarin dari penjaga sekolah," kata Igan, Senin 16 September 2024.
Igan menyebut, benteng tersebut memiliki panjang sekitar 30 meter. Menurutnya, kondisi benteng tersebut sebelumnya memang sudah agak miring lantaran beberapa kali diguncang gempa.
"Awalnya itu miring karena guncangan gempa, terus sekarang ada gempa lagi jadi akhirnya ambruk," katanya.
"Sekitar 30 meter, cuma enggak sepenuhnya ambruk, ada yang tersisa sedikit. Cuma karena menutupi jalan (pemakaman), jadi sekarang kita langsung bereskan materialnya," sambungnya.
Kendati demikian, terang Igan, saat benteng tersebut ambruk kebetulan tidak ada aktivitas di sekolah tersebut. Selain itu, pihaknya pun belum mengecek apakah ada ruangan kelas atau ruangan lain yang rusak akibat gempa tersebut.
"Alhamdulillah kejadiannya saat anak-anak sedang libur, jadi tidak sampai ada korban," terangnya.
"Untuk kondisi kelas juga mudah-mudahan enggak ada yang rusak, memang belum kita cek karena fokus ke bersih-bersih ini dulu," sambungnya.***
Editor : JakaPermana

