Asyik Nih... Persib Mulai Berlakukan Tiket Online

Panpel Persib Bandung sediakan 25 ribu lembar tiket saat menjamu Borneo FC di leg kedua babak delapan besar Piala Indonesia yang akan digelar di Stadion si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (4/5/2019).

Asyik Nih... Persib Mulai Berlakukan Tiket Online
ilustrasi/net
INILAH, Bandung - Panpel Persib Bandung sediakan 25 ribu lembar tiket saat menjamu Borneo FC di leg kedua babak delapan besar Piala Indonesia yang akan digelar di Stadion si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (4/5/2019). 
 
General Coordinator Panpel Persib, Budi Bram Rachman mengatakan jumlah tiket tersebut disesuaikan dengan kapasitas Stadion yang bisa menampung 27 ribu penonton. 
 
"25 ribu lembar tiket itu akan didistribusikan secara online. Artinya tidak ada penjualan lagi offline. Semua melalui online," tegas Bram di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Selasa (30/4/2019). 
 
Menurut Bram tujuan dari tiket online ini bertujuan untuk mempermudah akses serta memberikan pelayanan yang jauh lebih efisien kepada bobotoh. 
 
Untuk mendapatkan layanan pembelian tiket online, bobotoh wajib mengunduh aplikasi Persib di smartphone terlebih dahulu. Aplikasi tersebut tersedia di App Store bagi pengguna iOS dan Play Store bagi pengguna Android
 
Setelah proses pembelian berhasil dilakukan di aplikasi itu, bobotoh akan mendapatkan e-voucher melalui alamat email yang didaftarkan. Dalam Setiap e-voucher terdapat satu QR code.  Dengan QR code yang terdapat di e-voucher itulah bobotoh dapat masuk ke stadion tanpa harus melakukan penukaran tiket fisik berupa selembar kerta.
 
"Sekarang era digital. Dan nanti akan lebih mudah karena tidak ada penukaran print out atau di Hp. Jadi lebih praktis karena tidak ada penukaran di lapangan," jelasnya. 
 
Akan tetapi, lanjutnya para bobotoh hanya bisa membeli satu tiket dalam satu akun. Alasannya agar tiket tersebut bisa didapatkan seluruh bobotoh.
 
"Kita juga akan menerapkan sistem tiket online ini saat di Liga nanti. Piala Indonesia menjadi trial nya," pungkasnya.(Muhammad Ginanjar)
 
 


Editor : JakaPermana