INILAH, Bandung - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Barat, Atalia Praratya Kamil menegaskan agar para produsen industri kreatif untuk mementingkan soal kualitas produk. Hal itu menurutnya menjadi kewajiban bagi produk lokal agar bisa bersaing di pasar global.
Selain itu, sambung Atalia, produk lokal juga harus memiliki karakter kuat. Terlebih, khusus bagi kawasan Jawa Barat yang memiliki budaya kental, diharapkan mampu memunculkan produk dengan ciri khas tersendiri.
"Yang paling penting adalah mutu dan kualitas, ini yang saya ingin agar bisa didorong sedemikian rupa, sehingga ketika masyarakat membeli produk ini bisa teringat dari wilayah mana, termasuk berapa lama mampu bertahan. Ini penting kalau kita akan mendorong ini untuk pasar internasional," ucap Atalia usai membuka pameran produk fashion, craft dan batik Pelangi Nusantara 6 di Graha Manggala Siliwangi, Jalan Aceh Bandung, Rabu (28/11).
Meski begitu, Atalia juga mengingatkan tentang pentingnya strategi pemasaran untuk bisa mempromosikan setiap produk unggulan. Untuk itu, dia sangat mengapresiasi pameran Pelangi Nusantara 6 yang digagas oleh Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (Asephi) Jawa Barat pada 28 November - 2 Desember 2018.
"Ini menjadi kegiata rutin mampu mengangkat pengusaha pelaku industri kreatif, mudah-mudahan semakin banyak lagi pelaku usaha mampu terlibat kegiatan ini," cetusnya.
Atalia menuturkan dalam ajang pameran ini para produsen jangan hanya mementingkan orientasi bisnis saja, lebih dari itu diharapkan mampu memberikan edukasi terhadap masyarakat. Sehingga, kebanggaan atas produk lokal bisa terus tumbuh dan sekaligus memperkuat pasar di daerah sendiri agar tidak tergerus oleh produk impor.
"Paling penting adalah dalam setiap pameran itu mampu memberikan edukasi kepada masyarakat. Saya melihat pelaku usaha bisa melihat karya seni memberikan inspirasi bagi mereka, harus mampu sosialisasi bagaimana pentingnya warisan budaya nusantara untuk dikuatkan dan dilestarikan," terangnya.
Sementara itu, ketua Asephi Jawa Barat, Hedy Yamasari menuturkan dalam Pelangi Nusantara 6 ini terjadi lonjakan peserta pemeran cukup signifikan. Dari semula hanya 40 produsen saja, kini jumlah tenant yang bergabung sebanyak 102 produk dan di antaranya terdapat dari luar negeri.
"Peserta pelangi nusantara 6 ini sebagian besar memang berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur sampai Bali, mudah-mudahan ke depan lebih banyak dari luar Jawa Barat yang ikut. Kita ada tamu dari Uzbek juga memang sejak tahun kemarin, jadi beberapa bulan lalu dia sudah daftar, karena merasa tahun kemerin mereka sukses," kata Hedy.
Menurut Hedy, sejauh ini produk craft, fashion dan batik asal Jawa Barat mampu bersaing dengan produk lainnya di Indonesia. Bahkan, sambung dia, di pasar internasional pun produk Jawa Barat ini masih berani adu kualitas, dan bahkan memiliki karakter kuat bernuansa khas kebudayaan.
"Kita ingin memajukan mengenakan budaya dari daerah Jawa Barat, membantu produsen Jawa Barat lebih mengenalkan lagi barang yag mereka jual, terutama produk berbasis handicraft fashion dan batik supaya merajai pasar global dan menembus internasional. Persaingan masih sehat, banyak produsen batik, fashion dan craft maju tiap tahun walaupun fluktuatif," pungkasnya.