Atang-Annida Bakal Bangun Konsep Transportasi Modern Kota Bogor

Bakal Calon Wali Kota Bogor dan Wakil Wali Kota Bogor, yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan partai Ummat, Atang Trisnanto dan Annida Allivia akan membuat konsep transportasi modern kota hujan yang terintegrasi dengan kawasan megapolitan Jabodetabek. Ini merupakan salah satu janji Atang jika terpilih menjadi Wali Kota Bogor pada kontestasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024 mendatang.

Atang-Annida Bakal Bangun Konsep Transportasi Modern Kota Bogor
Bakal Calon Wali Kota Bogor dan Wakil Wali Kota Bogor, yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan partai Ummat, Atang Trisnanto dan Annida Allivia akan membuat konsep transportasi modern kota hujan yang terintegrasi dengan kawasan megapolitan Jabodetabek. Ini merupakan salah satu janji Atang jika terpilih menjadi Wali Kota Bogor pada kontestasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024 mendatang./Rizki Mauludi

INILAHKORAN, Bogor - Bakal Calon Wali Kota Bogor dan Wakil Wali Kota Bogor, yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan partai Ummat, Atang Trisnanto dan Annida Allivia akan membuat konsep transportasi modern kota hujan yang terintegrasi dengan kawasan megapolitan Jabodetabek. Ini merupakan salah satu janji Atang jika terpilih menjadi Wali Kota Bogor pada kontestasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024 mendatang.

Atang menuturkan, pentingnya transformasi transportasi di Kota Bogor agar dapat mengikuti perkembangan metropolitan di sekitarnya.

"Untuk angkot nanti, kami akan buat transportasi terpadu. Bagaimana Bogor ini konsepnya adalah megapolitan Jabodetabek, maka transportasinya akan terintegrasi dengan Jabodetabek," ungkap Atang kepada wartawan pada Senin 9 September 2024.

Atang melanjutkan, moda transportasi di Kota Bogor harus disesuaikan dengan jaringan transportasi Jabodetabek. Saat ini, Bogor baru memiliki layanan commuter line. Namun dirinya berharap pada masa mendatang ada pengembangan lebih lanjut, seperti kehadiran Light Rail Transit (LRT) yang bisa terhubung dengan Kota Bogor.

"Kami akan minta dari Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) sampai Kota Bogor itu moda transportasi apa yang akan masuk. Hari ini baru ada commuterline, berikutnya kita tunggu apakah ada LRT atau tidak," terangnya.

Atang memaparkan, konsep transportasi di Kota Bogor akan dibagi menjadi tiga wilayah, yakni wilayah pusat kota, wilayah pendukung dan wilayah pinggiran. Dalam konsep ini, angkot akan tetap berperan penting sebagai feeder di wilayah tengah dan pinggiran.

"Angkot akan dimodernisasi, bukan dikonversi. Insya Allah, angkot akan masuk sebagai feeder di wilayah tengah dan pinggiran. Bukan konversi, tapi modernisasi," paparnya.

Atang menjelaskan, modernisasi tersebut tidak hanya mencakup peremajaan fisik, tetapi juga peningkatan pelayanan yang nyaman bagi masyarakat. Bahwa para sopir dan pemilik angkot, yang saat ini mayoritas adalah individu, tetap akan dilibatkan dalam sistem baru ini.

"Meskipun modelnya mungkin akan mirip seperti Jaklingko, kami fokus pada sistem layanannya. Transportasi ini akan dikembangkan dalam tiga koridor, yaitu pusat, tengah dan pinggiran, sehingga dapat menghubungkan kawasan perumahan dengan area bisnis dan perkantoran," jelasnya.

Atang menegaskan, bahwa nantinya Angkot tetap ada menjadi feeder, jadi nanti Angkot juga lebih modern konsepnya.***


Editor : JakaPermana