Jalani Inseminasi Buatan, Pasangan Giant Panda TSI Cisarua Bogor Ini Diharapkan Segera Memiliki Momongan

Sudah dua tahun gagal dikawinkan secara alami, Pasangan Giant Panda di Taman Safari Indonesia TSI Cisarua Bogor Hu Chun dan Cai Tao diharapkan mendapatkan keturunan dari hasil insemintasi buatan.

Jalani Inseminasi Buatan, Pasangan Giant Panda TSI Cisarua Bogor Ini Diharapkan Segera Memiliki Momongan
Pasangan Giant Panda, Hu Chun dan Cai Tao sudah berusia 14 tahun dan masuk ke dalam masa produktif, mereka didatangkan dari Chengdu, Provinsi Sinchuan, Tiongkok. Keduanya dikarantina di TSI Cisarua Bogor setelah tiba di Indonesia pada 28 September 2017. (istimewa)

INILAHKORAN, Bogor - Sudah dua tahun gagal dikawinkan secara alami, Pasangan Giant Panda di Taman Safari Indonesia TSI Cisarua Bogor Hu Chun dan Cai Tao diharapkan mendapatkan keturunan dari hasil insemintasi buatan.

Pasangan Giant Panda, Hu Chun dan Cai Tao sudah berusia 14 tahun dan masuk ke dalam masa produktif, mereka didatangkan dari Chengdu, Provinsi Sinchuan, Tiongkok. Keduanya dikarantina di TSI Cisarua Bogor setelah tiba di Indonesia pada 28 September 2017.

"Pasangan Giant Panda Hu Chun dan Cai Tao di bulan Juli lalu menjalani inseminasi buatan, semoga pembuahan atau pengembangbiakkan ini berhasil setelah gagal di dua tahun sebelumnya," ujar Direktur TSI Cisarua Bogor Jansen Manansang kepada wartawan, Minggu 8 Septembet 2024.

Sebagai dari syukuran dan bagian dari harapan akan keberhasilan pengembangbiakkan, maka hari ulang tahun Hu Chun pun dirayakan TSI Cisarua Bogor.

"Hari ini kami merayakan Hu Chun ke 14 tahun, dengan doa kita bersama, besar harapan pasangan satwa yang sempat hampir punah ini bisa mememiliki anak," sambung Jansen Manansang.

Jansen Manansang menuturkan bahwa giant panda adalah satwa yang sangat individual dan sangat jarang bercinta dengan pasangannya, dimana itu hanya terjadi satu hingga dua hari saja dalam setahun dalam hal waktu terbaik kondisi hormonnya.

Hingga, kalau Hu Chun dan Cai Tao memiliki anak, maka itu adalah keberhasilan yang luar biasa bagi bidang atau dunia konservasi Indonesia.

Keberhasilan perkawaninan giant panda ini akan ditentukan pada akhir September, lalu masa kehamilannya 100 -150 hari hingga jika harapan tersebut berhasil, maka kelahiran giant panda akan terjadi pada Bulan Februari atau Marer Tahun 2025 mendatang.

"Semoga bidang atau dunia konservasi Indonesia ini memiliki prestasi, dalam hal mengembang biakkan giant panda. Upaya ini terbilang sangat sulit, karena mereka dalam satu tahun hanya satu hingga dua hari waktu terbaik perkawimannya. Oleh karena itu TSI Cisrua, Kabupaten Bogor melalui ahli-ahli satwanya selalu melakukan riset,"  tuturnya.

Ia menambahkan, Indonesia adalah Negara ke 16 dari 19 Negara yang dapat memelihara giant panda. Dari segi pertumbuhan fisik, Hu Chun dan Cai Tao terbilang luar biasa.

"Cuaca di Istana Panda, TSI Cisarua Bogor itu seperti di habitatnya. Bambunya pun lebih enak, karena tidak ada musim salju, hingga walaupun cuacanya dingin, masih ada suasana hangat di siang hari. Pertumbuhan Hu Chun dan Cai Tao saya lihat lebih cepat dibanding dengan teman-temannya yang ada di negara lain," tambahnya.


Editor : Doni Ramdhani