Atasi Inflasi dan Kesejahteraan Petani, Pemkab Kuningan Hadirkan Rumah Sayur

Perkuat rantai pasok pangan, memangkas jalur distribusi, Pemkab Kuningan hadirkan rumah sayur

Atasi Inflasi dan Kesejahteraan Petani, Pemkab Kuningan Hadirkan Rumah Sayur
Fasilitas rumah sayur di Pemkab Kuningan. Antara

INILAHKORAN.ID - Pemkab Kuningan, menghadirkan fasilitas Rumah Sayur di Perumda Aneka Usaha Daerah (PDAU) Kuningan. 

Langkah ini dilakukan untuk memperkuat rantai pasok pangan, memangkas jalur distribusi, serta memperluas akses pemasaran produk hortikultura petani lokal.

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar mengatakan, Rumah Sayur merupakan bentuk intervensi pemerintah daerah agar petani mendapatkan harga jual yang lebih layak, sekaligus memudahkan masyarakat memperoleh sayuran segar berharga terjangkau.

"Kami ingin memotong rantai distribusi yang selama ini menekan keuntungan petani. Dengan begitu, petani memperoleh harga yang adil dan masyarakat mendapatkan produk berkualitas," ujar Dian di Kuningan seperti dikutip dari Antara, Sabtu (25/7/2026).

Dian menjelaskan, Kabupaten Kuningan memiliki potensi pertanian yang besar berkat lahan subur dan pasokan air yang melimpah. Oleh karena itu, diperlukan sistem distribusi yang efisien untuk menghubungkan hasil panen langsung ke pasar. Jika model ini berjalan optimal, Rumah Sayur ditargetkan menjadi titik awal pengembangan pusat distribusi komoditas pertanian di wilayah tersebut.

"Kami ingin hasil pertanian Kuningan menjadi pilihan utama masyarakat sendiri. Dari petani lokal untuk kebutuhan daerah, bahkan meluas ke pasar antardaerah," tegasnya.

Untuk memperkuat ekonomi lokal, Dian juga mengajak para pelaku usaha—seperti restoran, swalayan, hingga jasa katering—agar mengutamakan penggunaan produk pertanian lokal melalui kemitraan dengan PDAU.

Selain meluncurkan Rumah Sayur, Pemkab Kuningan turut mengukuhkan mitra strategis PDAU yang terdiri dari kelompok tani, gabungan kelompok tani (gapoktan), koperasi, BUMDes, komunitas, hingga pelaku UMKM. Melalui kerja sama ini, pemerintah menargetkan penyerapan 15 hingga 20 ton hasil tani per hari, yang nantinya dikumpulkan di gudang kawasan Ciloa sebelum didistribusikan.

Inisiatif ini mendapat apresiasi dari Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Fikri Widyanugraha. Menurutnya, Rumah Sayur menjadi langkah konkret Pemkab Kuningan dalam menjaga stabilitas harga di tengah tekanan inflasi pangan.

"Pengendalian inflasi harus dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya menjaga harga tetap stabil, tetapi juga memastikan kesejahteraan petani tetap terjamin," kata Fikri.

Dukungan serupa disampaikan Asisten Deputi Pengembangan BUMN Bidang Infrastruktur dan Logistik Kemenko Perekonomian, RR. Yuli Sri Wilanti. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah, Rumah Tani Nusantara, dan jaringan logistik akan memperkuat distribusi hasil pertanian antardaerah.

"Ekosistem dari hulu ke hilir yang dibangun melalui Rumah Sayur berpotensi menjadikan Kuningan sebagai salah satu pusat distribusi hortikultura di Jawa Barat, sekaligus menjadi inspirasi dalam menjaga ketersediaan pangan nasional," pungkas Yuli.


Editor : Ahmad Sayuti