Pemkab Kuningan Siapkan Beasiswa untuk 5.000 Santri, Tahap Awal 255 Penerima
Pemkab Kuningan menargetkan 5.000 santri menerima beasiswa. Program menyasar santri berprestasi dan keluarga kurang mampu dengan penyaluran bertahap.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menghadirkan program beasiswa bagi Santri Berprestasi dan dari keluarga kurang mampu guna mencetak generasi unggul yang berilmu, mandiri, serta berdaya saing.
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar mengatakan program tersebut dirancang untuk membantu santri memperoleh kesempatan pendidikan, sekaligus mengembangkan kemampuan akademik dan keterampilan mereka.
“Dengan adanya Beasiswa Santri, saya berharap para santri di Kabupaten Kuningan semakin semangat belajar, memperluas wawasan, mengembangkan keterampilan, dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan,” kata Dian di Kuningan, Senin (26/10/2026).
Ia menjelaskan program beasiswa itu direncanakan menjangkau 1.250 santri setiap tahun, dengan penyaluran tahap pertama diberikan kepada 255 penerima dan sisanya dilakukan secara bertahap.
Bantuan tersebut, kata dia, menyasar santri laki-laki maupun perempuan yang berprestasi atau berasal dari keluarga kurang mampu, dengan persyaratan merupakan warga asli Kuningan dan belajar di pesantren wilayah setempat.
Pihaknya pun menargetkan program itu menjangkau total 5.000 santri di Kabupaten Kuningan, melalui penyaluran bantuan secara bertahap.
“Keberadaan pesantren merupakan potensi penting dalam pembangunan sumber daya manusia, mengingat sekitar 230 Pondok Pesantren beroperasi di Kabupaten Kuningan pada 2026,” katanya.
Ia berharap santri mampu menguasai ilmu agama sekaligus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, agar dapat menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai pesantren.
Menurutnya, santri juga perlu berperan dalam kehidupan bermasyarakat dengan menjaga persatuan, merawat toleransi, dan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan di lingkungan masing-masing.
“Selain beasiswa, pemerintah daerah melanjutkan dukungan peningkatan akses air bersih dan sanitasi bagi 100 pondok pesantren untuk menunjang kelayakan lingkungan pendidikan,” katanya.
Dian menilai dukungan terhadap pendidikan dan fasilitas pesantren perlu berjalan beriringan, agar proses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik.
Ia juga mendorong para santri mengembangkan keterampilan dan jiwa kewirausahaan, agar memiliki bekal untuk hidup mandiri setelah menyelesaikan pendidikan.
“Dengan dukungan tersebut, pesantren diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya memiliki pemahaman agama, tetapi juga kecakapan untuk menghadapi perubahan sosial dan ekonomi,” katanya.***
Editor : JakaPermana
