Atta Halilintar Niat Bangun Rumah Tahfidz Quran, Gus Miftah Beri Pesan Begini
YouTuber Atta Halilintar berniat untuk membangun rumah penghafal Al-Quran dari hasil lelang headband yang laris terjual Rp2,2 Miliar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – YouTuber Atta Halilintar berniat untuk membangun Rumah Tahfidz Quran dari hasil lelang headband yang laris terjual Rp2,2 Miliar.
Suami dari Aurel Hermansyah tersebut menyebutkan bahwa uang hasil dari lelang akan dipergunakan untuk hal yang positif.
Gus Miftah memberikan wejangan kepada menantu Anang Hermansyah tersebut untuk hati-hati dalam memilih orang yang akan mengelola pesantren tersebut.
Baca Juga: Perbaiki Tata Kelola data dan Informasi Semrawut, Pemda KBB Bentuk Forum Ini
"Jangan salah pilih orang, karena kalo salah pilih orang yang menjadi korban adalah santrinya," tutur Gus Miftah dikutip Inilah koran dari kanal YouTube KH Infotainment pada Senin 31 Januari 2022.
Melihat kondisi sekarang banyak orang yang memiliki niat untuk membangun Pesantren namun hal itu malah gagal.
"Hari ini yang harus kita pahami banyak yang bikin pesantren dan banyak pesantren yang gulung tikar. Karena merasa punya uang kemudian membuat pesantren sendiri, sementara orang yang bikin pesantren itu tidak semata-mata uang," lanjutnya.
Baca Juga: Petani di Kabupaten Cirebon Merugi, Tanaman Diserang Banjir dan Hama
Melihat keputusan Atta Halilintar yang ingin membangun Rumah Tahfidz Quran, Gus Miftah berharap hal ini akan menyebar sebagai trend baru.
"Saya berharap ini akan menjadi sebuah virus kebaikan," ucapnya.
Atta Halilintar sebagai influencer secara tidak sadar akan menarik perhatian masyarakat, tentu hal yang dia lakukan akan diikuti oeh orang-orang yang memang mumpuni untuk melakukan kebaikan serupa.
Baca Juga: Kasus Covid-19 Kota Bogor Melonjak, RSUD Tambah Kapasitas Tempat Tidur
"Atta punya pengaruh, dia ada harta, walaupun mohon maaf dalam tanda kutip dia tidak memiliki ilmu pesantren tapi mereka bekerja sama dengan orang yang mengetahui pesantren," kata Gus.
Pendakwah kondang itupun menyampaikan prinsipnya bahwa membangun sebuah pondok pesantren bukan soal keilmuwan ataupun soal materi, namun ada sikap Ikhlas yang harus disertakan di dalamnya.
"Tidak hanya soal keilmuwan, tidak soal dana tapi juga keikhlasan," tutupnya.***(Hafshah Nurhabibah)
Editor : inilahkoran

