Kasus Covid-19 Kota Bogor Melonjak, RSUD Tambah Kapasitas Tempat Tidur

Jumlah kasus positif dilingkungan pendidikan di Kota Bogor sudah mencapai angka diatas 40, angka ini akan terus meningkat

Kasus Covid-19 Kota Bogor Melonjak, RSUD Tambah Kapasitas Tempat Tidur
Jumlah kasus positif dilingkungan pendidikan di Kota Bogor sudah mencapai angka diatas 40
 
INILAHKORAN, Bogor - Jumlah kasus positif dilingkungan pendidikan di Kota Bogor sudah mencapai angka diatas 40, angka ini akan terus meningkat karena masih dilakukan tracing dan treking.
 
Selain menghentikan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Kota Bogor, Satgas Covid-19 Kota Bogor memutuskan menambah kapasitas tempat tidur di RSUD Kota Bogor menjadi 89 bed dari sebelumnya 30 bed meski sebanyak 43 siswa dan guru yang positif Covid-19 Kota Bogor mengalami gejala ringan hingga sedang.
 
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno mengatakan, laporan yang diterima pihaknya dilingkungan pendidikan Kota Bogor total ada 43 yang positif, diantaranya ada diringkat Sekolah Dasar (SD) Julang 1, SMA Negeri 1 Kota Bogor dua kasus dan beberapa sekolah lainnya.
 
 
"Kemudian sekolah ditutup satu Minggu guna dilakukan tracing, disinfeksi dan langkah lainnya. Kalau ternyata ini merupakan klaster disekolah ditambah penutupan 14 hari. Hasil penelusuran sementara, dari Puskesmas, ada siswa SMA Negeri 6 tertular dari guru yang habis dari luar kota. Itu diketahui karena anak siswanya yang bergejala, rata-rata gejala ringan," ungkap Retno kepada wartawan pada Senin (31/1/2022) siang.
 
Retno melanjutkan, kemudian ada siswa yang ada anggota keluarganya kontak erat dengan positif, seharusnya kontak erat tidak diperkenankan masuk sekolah. Sebanyak 43 orang itu mengalami batuk pilek, semua Isolasi Mandiri (Isoman), diketahui aemua sudah divaksin.
 
Sementara itu, Direktur RSUD Kota Bogor yang juga Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Bogor, Ilham Chaidir mengatakan, varian omicron ini penularan lebih cepat sesuai informasi dari WHO dan Kemenkes RI, penyebaran lebih cepat dari varian delta. Saat ini ada 24 orang yang positif Covid-19 dirawat di RSUD Kota Bogor. Dengan jumlah 24 itu, empat warga Kabupaten Bogor, kemudian warga luar Kota dan Kabupaten Bogor 8 dan 12 orang dari Kota Bogor.
 
 
"Ya, kami sudah mempersiapkan 72 bed atau tempat tidur untuk Covid-19, ditambah ruangan High Care Unit (HCU) sehingga total ada 89 bed. Kami akan naikan Bed occupancy rate (BOR) nya apabila semakin naik. Minggu lalu penambahan 1-2 orang saja, tapi akhir-akhir ini kenaikan begitu cepat. Memang penyebaran omnicron itu lebih cepat. Kemudian itu terjadi lebih cepat apabila masyarakat lepas Prokes, kita lihat dimasyarakat sudah aga kendor Protokol Kesehatan (Prokes)nya," tuturnya.
 
Ilham memaparkan, tetapi varian omnicron ini, lebih cepat pulih dibandingkan varian delta.mesko begitu,  IDI Kota Bogor akan ikut serta membantu Pemkot Bogor, jadi pasien Isoman harus ada petunjuk, mengenai tracing Dinkes sudah cukup kuat.
 
"Orang bisa tertular dimana saja, untuk tingkat sekolah bisa ditempat jajanan dan cafe atau dimanapun. Kebijakan kami dukung dari Pemkot Bogor," terangnya.
 
 
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Hanafi mengatakan, melihat kondisi saat ini, bisa diasumsikan sekolah sudah steril tapi dirumah belum tentu. Selian data 43 orang tadi, masih ada lagi kasus-kasus positif Covid-19 dilingkungan sekolah, seperti SD ada empat Al Azhar, ada juga di SD Cipaku 4 dan masih banyak lagi.
 
"Sudah banyak yang terpapar, angka pastinya nanti Dikes Kota Bogor yang mengeluarkan. Banyak yang terpapar tapi data belum masuk Dinkes, maish di Puskesmas. Kemarin melihat arahan pak Gubernur memberhentikan PTM dengan berbagai macam pertimbangan, tetapi tadi diralat kembali. Namun Wali Kota Bogor yang juga Ketua Satgas Covid-19 Kota Bogor Bima Arya memerintahkan menghentikan PTM," tegasnya.***
 


Editor : inilahkoran