Awal Tahun 2020, Bencana Alam Menerpa Kota Bogor

Akibat hujan deras seharian, wilayah Kota Bogor diterpa bencana alam. Menurut BPBD Kota Bogor hingga Kamis (2/01/2020) siang, total ada 40 bencana alam.

Awal Tahun 2020, Bencana Alam Menerpa Kota Bogor
Ilustrasi (istimewa)

INILAH, Bogor - Akibat hujan deras seharian, wilayah Kota Bogor diterpa bencana alam. Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor hingga Kamis (2/01/2020) siang, total ada 40 bencana alam, dari mulai tanah longsor hingga banjir lintasan Sungai Ciliwung.

Akibatnya, sebanyak 35 rumah, tiga mobil, dan satu unit motor terkena dampak bencana. Bahkan, bencana tanah longsor di Kelurahan Kedung Badak RT 1/13, Kecamatan Tanah Sareal, menelan korban jiwa, yaitu Kusmiati (37).

Melihat dampak bencana yang cukup tinggi dalam satu hari, Wali Kota Bogor Bima Arya meminta, aparatur wilayah bersama BPBD dan Dinas Sosial untuk tetap siaga guna. Untuk kekuatan personel, Bima menurunkan petugas dari BPBD hingga backup dari TNI/Polri.

"Siapkan pos-pos penyaluran bantuan dan juga pusat koordinasi. Terakhir, kondisi seperti ini terjadi pada 2018 atau dua tahun lalu. Kita harus antisipasi, kalau sudah siaga 2, protapnya seperti itu," ungkap Bima kepada wartawan, Kamis (2/1/2020).

Bima melanjutkan, untuk mendukung itu, Pemkot Bogor juga akan menyiapkan anggaran tanggap bencana yang nilainya belum ditentukan karena masih menunggu data di lapangan. "Kami siapkan dana tanggap darurat. Kalau perlu penanganan cepat, kami akan proses bersama DPRD," tegasnya.

Kemarin, Wali Kota Bogor bersama jajaran meninjau lokasi banjir di Kampung Kramat RT 5/5, Kelurahan Tanah Baru, beliau meminta kami untuk mengecek kemungkinan dibangun sodetan di Sungai Ciluar dan Ciheuleut.

“Beliau menginstruksikan untuk koordinasi penanganan pertama pasca-bencana dengan Dinkes untuk pengobatan, Dinsos untuk kebutuhan pangan, dan BPBD untuk penanggulangan bencana," tutur Camat Bogor Utara Rahmat Hidayat.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor Saeful Bakhri juga langsung terjun ke wilayah yang terdampak banjir, yakni di Kampung Cibuluh RT 02/RW 04, Kelurahan Cibuluh, dan Kampung Kramat RT 05/RW 01, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara. Politisi PPP itu membagikan bantuan berupa bahan makanan kepada warga terdampak banjir.

"Pemkot Bogor harus segera membentuk Tim Khusus Penanganan Bencana yang dikomandoi oleh BPBD, di mana di dalamnya terdapat unsur dari Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Sosial (Dinsos), dan dinas terkait seperti Dinas PUPR dan Disperumkim. Sebab, korban tidak hanya butuh bantuan kesehatan dan makanan saja, namun perbaikan terhadap lingkungan yang rusak pasca-bencana," ungkapnya.

Selain itu, kata Saeful, pemerintah pun wajib menambah anggaran BPBD yang pada tahun ini hanya Rp4 miliar. Bogor ini kan wilayah rawan bencana. Harusnya anggaran penanganan bencana dan pembentukan tim khusus ini menjadi salah satu prioritas.

"Berdasarkan keluhan warga Kampung Kramat dan Cibuluh, salah satu penyebab banjir adalah pembangunan kolam retensi. Harusnya menyiapkan alternatif solusi ketika banjir datang seperti sodetan atau lainnya. Ini kan langsung dibuat turap seperti benteng, sedangkan di wilayah itu langganan banjir," bebernya. (rizki mauludi)


Editor : suroprapanca