Awas, Rentenir Berkedok Koperasi Marak di Kabupaten Bandung

Pinjaman uang dengan bunga tinggi bermodus koperasi ditenggarai marak beroperasi di wilayah Kabupaten Bandung. Tak jarang ibu rumah tangga terjerumus menjadi korban.

Awas, Rentenir Berkedok Koperasi Marak di Kabupaten Bandung
Acara Ngawangkong di Taman Uncal, Soreang, Pemkab Bandung, Jumat (26/7/2019). (Dani R Nugraha)

INILAH,Bandung- Pinjaman uang dengan bunga tinggi bermodus koperasi ditenggarai marak beroperasi di wilayah Kabupaten Bandung. Tak jarang ibu rumah tangga terjerumus menjadi korban.

Hal tersebut diakui oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Pemerintah Kabupaten Bandung, Marlan usai acara Ngawangkong di Taman Uncal, Soreang, Pemkab Bandung, Jumat (26/7/2019).

"Benar karena biasanya terjadi di masyarakat, khususmya kaum ibu. Pinjam uang tanpa sepengetahuam suami, begitu bunganya tinggi terjadi penagihan akan berakibat kepada kepada permasalahan keluarga hal ini yang harus diwaspadai," kata Marlan. 

Marlan menjelaskan, di hari Koperasi ke 72 tingkat Jawa Barat ini, ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan kemudahan pinjaman yang ditawarkan oleh rentenir berkedok koperasi ini. Kata dia, jika memerlukan uang, lebih baik mengakses koperasi yang benar benar sesuai aturan. Karena lebih baik sedikit bersabar namun aman dan tidak terjerat bunga hutan yang tinggi dan mencekik.

"Kita mengimbau untuk waspada dengan koperasi yang tidak jelas. Bila perlu tanyakan badan hukum, alamat dan warga juga harus mengetahui koperasi itu seperti apa, cara kerja dan manajemennya seperti apa," ujarnya.

Marlan melanjutkan, memang kata dia, selama ini banyak mendapatkan pengaduan dari masyarkat soal koperasi bodong atau rentenir yang beroperasi di wilayah Kabupaten Bandung. Selain rentenir berkedok koperasi, lembaga keuangan yang saat ini juga harus diwaspadai adalah pinjaman berbasis aplikasi atau yang biasa disebut finacial tecnologi (fintech).

"Harus berhati hati apakah resmi atau terdaftar di Dinas Koperasi Kabupaten Bandung atau tidak, kita juga harus waspada kepada masyarakat sekarat banyak fintech luar yang tidak terdaftar di OJK. Mereka entah dari mana tahu no HP kita sehingga langsung ngehubungi kita," katanya.

Marlan melanjutkan, pihaknya bersama Dinas Koperasi Kabupaten Bandung berupaya menertibkan koperasi yang operasionalnya tidak sesuai kaidah perkoperasian. 

Saat disinggung apakah  Pemkab Bandung memiliki data terkait jumlah koperasi bodong atau rentenir berkedok koperasi, pihaknya tidak merinci jumlahnya. 

"Banyak, kita belum tahu datanya. Puluhan tidak sampai ratusan, mereka operasinya seperti rentenir," katanya. 

Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Bandung, Cakra Amiana menambahkan, berdasarkan data yang dihimpun pihaknya, jumlah koperasi di Kabupaten Bandung yakni 1.613 koperasi, namun yang aktif 838 sedangkan sisanya tidak aktif sebanyak 775. Jumlah koperasi yang aktif ini dilihat dari aktivitas koperasi tersebut yang minimal melaksanakan Rapat Akhir Tahun (RAT) selama dua tahun berturut turut. Sedangkan koperasi yang mati suri, biasanya terjadi akibat kaderisasi pengurus yang lemah sehingga tidak bisa maju mengikuti perkembangan jaman.

"Nah soal yang koperasi simpan pinjam dengan bunga tinggi yang beroperasi di Kabupaten Bandung, ini juga menjadi salah satu perhatian kami. Sosialisasi dan edukasi mengenai koperasi ysng benar kepada masyarakat harus terus dilakukan," ujarnya. 

Selain itu, lanjut Amiana, pihaknya juga mempunyai pekerjaan rumah untuk membumikan gerakan koperasi di kalangan generasi mileneal. Salah satu terobosan yang tengah disiapkan adalah melakukan upaya digitalisasi koperasi. Termasuk penggunakan aplikasi digital dalam semua kegiatan koperasinya. Digitalisasi koperasi ini menjadi suatu kebutuhan yang mendesak untuk mengimbangi era revolusi industri 4.0 yang mengandalkan kecepatan teknologi informasi digital.

"Agar koperasi ini kembali bergairah dan masuk kalangan generasi muda yah harus mengikuti perkembangan jaman, agar bisa diterima sama anak anak jaman now. Salah satu upaya yang akan kami lakukan adalah mengkombinasikan antara ketokohan para pengurus koperasi senior dengan a anak anak muda yang penuh dengan inovasi dan kreativitas," ujarnya.(Rd Dani R Nugraha).


Editor : Bsafaat