Babi Hutan Mengamuk di Bandung Barat, Dua Warga Luka Parah
Geger babi hutan mengamuk di kawasan permukiman warga Bandung Barat. Dua orang dilaporkan mengalami luka parah dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Warga Desa Celak, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB) tengah dibuat khawatir usai seekor babi hutan liar menyerang warga secara beruntun, Kamis (30/7) sore sekitar pukul 16.30 WIB.
Hewan tersebut diduga turun dari kawasan hutan atau perkebunan dan muncul mendadak di dua titik pemukiman, yakni Kampung Cirawa RT01/05 dan Kampung Celak Kaler RT02/09.
Korban pertama, Asid (65) awalnya mengira hewan yang berkeliaran di dekat rumahnya merupakan kambing tersesat. Saat ia berusaha mengusirnya, babi hutan itu tiba-tiba menyeruduk keras, menyebabkan luka robek dan memar di tangan serta kaki.
Tak lama berselang, hewan yang sama muncul kembali di Kampung Celak Kaler. Warga berupaya mengepungnya untuk mencegah masuk lebih dalam, namun langkah ini justru memicu agresivitas satwa yang merasa terdesak.
babi hutan itu balik menyerang Pelah, warga setempat, yang menderita luka gigitan dan serudukan parah hingga memerlukan lebih dari 20 jahitan medis. Kedua korban segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk perawatan intensif.
Setelah melukai dua orang, hewan itu berhasil melarikan diri menuju area perkebunan di belakang pemukiman dan hingga kini belum terlihat kembali maupun tertangkap.
Camat Gununghalu, Asep Haris Kosaman membenarkan insiden tersebut dan memastikan kedua korban kini dalam pemulihan di rumah setelah mendapatkan penanganan medis yang layak.
"Tapi potensi bahaya masih membayangi, jadi kami memperingatkan warga agar tidak bertindak sendiri jika hewan itu muncul kembali, karena dapat memicu serangan lebih ganas," kata Asep, Selasa (4/8/2026).
Tak cuma itu, pihaknya berencana memperkuat koordinasi dengan instansi berwenang untuk melakukan pemantauan menyeluruh di sekitar hutan dan perkebunan guna mencegah serangan berulang.
"Kami mengimbau warga untuk tetap waspada, segera melapor kepada aparat desa atau petugas terkait jika melihat jejak atau kemunculan babi hutan, serta menghindari konfrontasi langsung demi keselamatan bersama," tandasnya.
Editor : Ahmad Sayuti


