Bahas Kendala Tol BORR Seksi 3A, Dedie Segera Bertemu MSJ

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim tengah menjadwalkan pertemuan dengan Direktur Utama PT Marga Sarana Jabar (MSJ) Dedi Krisnariawan Sunoto. Pertemuan itu nantinya bakal membahas sejumlah kendala yang dihadapi dalam pengerjaan konstruksi jalan tol Bogor Ring Road (BORR) seksi 3A ruas Simpang Yasmin-Simpang Semplak.

Bahas Kendala Tol BORR Seksi 3A, Dedie Segera Bertemu MSJ
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim tengah menjadwalkan pertemuan dengan Direktur Utama PT Marga Sarana Jabar (MSJ) Dedi Krisnariawan Sunoto. Pertemuan itu nantinya bakal membahas sejumlah kendala yang dihadapi dalam pengerjaan konstruksi jalan tol Bogor Ring Road (BORR) seksi 3A ruas Simpang Yasmin-Simpang Semplak.

Dedie menjelaskan, hingga kini ruas tol yang akan menyambungkan Sentul-Seimpang Semplak itu belum bisa dioperasionalkan karena masih ada pembebasan lahan yang masih belum rampung. Seharusnya, tol BORR seksi 3A itu rampung Desember 2019 lalu. Namun, realisasinya terhambat permasalahan pembebasan lahan serta pemindahan utilitas. 

"MSJ sebagai pengelola sempat kembali menargetkan selesai pada bulan Mei 2020 tetapi tidak terlaksana karena ada dua kali kasus kecelakaan," kata Dedie, Rabu (26/8/2020).

Dia melanjutkan, keterlambatan peresmian pun kembali terjadi dikarenakan pandemi Covid-19 yang menyebabkan hingga kini tol BORR belum dapat difungsikan.  
Dedie memaparkan, Pemkot Bogor berharap semua warga Kota Bogor untuk mendukung program pemerintah dalam pelaksanaan penyelesaian masalah Tol BORR. Karena, sangat berdampak pada percepatan ekonomi dan akses masyarakat nantinya. Dedie menambahkan, ruas tol yang tengah dibangun oleh PT Pembangunan Perumahan (PP) tak hanya berakhir di Salabenda saja melainkan menjadi ruas baru yang menyambungkan ke arah Bandara Soekarno Hatta dan Ke TB Simatupang.

"Setelah Salabenda ke kiri akan diteruskan MSJ menuju Kampus IPB di Dramaga, sehabis itu menyambung ke Bocimi (Bogor-Ciawi-Sukabumi)," jelasnya.

Dedie menambahkan, sedangkan ruas yang ke kanan akan dikerjakan kembali jalan yang menembus ke Parung, Kabupaten Bogor kemudian terdapat dua cabang yang menuju ke TB Simatupang, dan Bandara Soekarno Hatta.

"Sebetulnya inilah grand desain transportasi Jabodetabek, tinggal menyambungkan yang sekarang sudah selesai. Kecuali Bocimi, karena tidak ada kaitan dengan Jabodetabek. Tetapi, untuk yang mengarah ke Parung dan Serpong menjadi satu bagian grand disain sistem tol Jabodebek," terangnya.

Ia menekankan, untuk itu Pemkot Bogor berencana menjadikan Kawasan Kayumanis sebagai salah satu pusat olah raga dan perkampungan atlet. Tepatnya di Tahu Yunyi, dari samping jembatan sampai ke tanah milik Pemkot itu sekitar 1.7 KM, ada lahan 15 ha dan ada perkampungan atlet dan sarana olah raga. Untuk itu, Pemkot Bogor tengah mengajukan pinjaman dalam rangka pemulihan ekonomi nasional (PEN). Nilai yang diajukan ke pemerintah pusat sebesar Rp2,05 triliun.

"Kami rencananya akan mengambil kesempatan itu untuk membangun rencana komplek perkantoran wali kota dan Gor Pajajaran. Tetapi saat ini masih dalam proses pengajuanya," bebernya.
 
Sementara itu, Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Rudi Mashudi menjelaskan terkait dengan pengembangan tol BORR saat itu Kementeria PU merencanakan akses itu trasenya menuju Yasmin, kemudian saat perjalanan berubah menuju Salabenda. Sedangkan setelah Toll BORR Seksi 3 A ruas Simpang Yasmin - Simpang Semplak, ada rencana dilanjutkan menuju Depok.

"Tetapi mereka masih melakukan FS (feasibility study) dan saat ini mereka juga masih melakukan uji kelayakan. Saat ini. mereka menyelesaikan sampai dengan batas kota Bogor tepatnya di rumah makan Tahu Yunyi," pungkasnya. (Rizki Mauludi)


Editor : Doni Ramdhani