Bahaya, Atap Kelas SDN 115 Turangga Nyaris Ambruk
Atap kelas di SDN 115 Turangga, Keluarahan Lingkar Selatan, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, nyaris ambruk. Ruangan diisi siswa kelas satu dan kelas dua.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung- Atap kelas di SDN 115 Turangga, Keluarahan Lingkar Selatan, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, nyaris ambruk. Ruangan diisi siswa kelas satu dan kelas dua.
Secara keseluruhan, bangunan sekolah yang berdiri sekitar tahun 1965 ini mengalami kerusakan terparah di dua ruangan kelas. Pihak sekolah pun terpaksa mengunci ruang kelas yang berada di ujung sekolah. "Ya, memang kita kunci, takut anak-anak (siswa) masuk ke dalam. Makanya kita kunci," ucap Kepala SDN 115 Turangga, Lilis Sumarni, Selasa (8/10/2019).
Lilis mengungkapkan, bangunan sekolah baru satu kali direnovasi sejak berdiri tahun 1965. Ruang kelas satu yang lebih dulu direnovasi, malah nyaris ambruk lebih cepat. Tidak hanya itu, ruangan kelas berukuran 6x7 meter persegi masih kecil untuk kegiatan belajar. Sebab ukuran ideal seluas 7x8 meter persegi.
"Pertama sering hujan dan bocor, lama kelamaan rapuh. Atap pernah diganti tapi karena kayu sudah lapuk jadi triplek dan internit tidak kuat lama dan ambruk," ujar Lilis.
Dia menambahkan, pihaknya sudah melaporkan ke Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung dan akan dibangun ulang. Status sekolah ini belum mempunyai surat tanah, dan dikhawatirkan ada yang menggugat.
"Untung aja ambruknya pada malam hari, sehingga tidak terdapat korban jiwa. Atap ruang kelas 1 ambruk pada akhir 2018 dan atap ruang kelas 2 pada Maret 2019," ucapnya.
Lilis mengatakan, meski tidak menganggu aktivitas belajar. Namun, siswa kelas 1 dan 2 dipindahkan jadwal belajarnya ke ruangan yang lain. Dengan jadwal belajar yang dilaksanakan pada pagi dan siang hari.
"Kami mengharapkan segera dibangun, diperbaiki karena sekolah merasa gelisah dan bimbang dan takut sampai membahayakan ke siswa," katanya.
Disdik Kota Bandung pada 2020 berencana menghancurkan sekolah dan kembali membangun 2 hingga 3 tingkat. Saat proses pembangunan katanya, siswa akan dipindahkan ke sekolah lainnya untuk sementara waktu.
Editor : Bsafaat

