30 Siswa-siswi SMAN 18 Bandung Jadi Agen Pencegahan Perundungan

Perundungan merupakan perilaku agresif yang tidak diinginkan anak-anak khususnya usia sekolah. Tindakan itu melibatkan ketidakseimbangan.

30 Siswa-siswi SMAN 18 Bandung Jadi Agen Pencegahan Perundungan

INILAHKORAN, Bandung - Perundungan merupakan perilaku agresif yang tidak diinginkan di antara anak-anak khususnya usia sekolah. Tindakan itu melibatkan ketidakseimbangan kekuatan antara pelaku dan korban.

Melihat hal tersebut, SMAN 18 Bandung menggelar acara Sosialisasi dan Pelantikan Agen Perubahan Program Roots Indonesia, dengan tema Bersama Hentikan Perundungan Bersatu Wujudkan Sekolah Aman dan Nyaman.

Ada 30 peserta didik atau siswa SMAN 18 Bandung yang mengikuti dalam acara ini. Nantinya, mereka akan menjadi agen perubahan kepada sesama siswa yang ada di sekolah tersebut.

Baca Juga: Oded M Danial Sayangkan Adanya Kasus Perundungan Anak Pelajar SMP

Selain peserta didik, Kepala SMAN 18 Bandung Nani Mulyani dan Kepala Cabang Dinas (KCD) Wilayah VII Arief Subakty dan lainnya pun hadir.

Arief Subakty mengatakan, pihaknya mendukung sebagai sekolah penggerak yang dimana didalamnnya juga ada sekolah anti perundungan. Peserta didik harus menjadi agen perubahan dan mempunyai karakter yang bagus.

"Jadi dengan adanya tatap muka, kegiatan pembinaan karakter di sekolah bisa berjalan kembali. Kalau pembelajaran daring kan, anak-anak tidak melaksanakan kegiatan sosialisasi dengan teman sebaya, adik kelas dan kakak kelas, malah guru," kata Arief Subakty saat ditemui di SMAN 18 Bandung, Jalan Madesa, 11 Oktober 2021.

Di sekolah, kata Arief Subakty, anak-anak terbentuk dalam kegiatan sehari-hari, untuk meningkatkan kecakapan dalam bermasyarakat dan sosialisasi.

Baca Juga: Penting! Lima Cara Mengurangi Risiko Perundungan di Twitter

"Saya berikan aperesiasi, mudah-mudahan kegiatan ini dapat berjalan lancar, sehingga pendidikan di Jabar ini terwujud untuk menjadi Jabar Juara," jelasnya.

Sedangkan, Nani Mulyani mengatakan nantinya mereka akan dilatih selama 10 sesi, dengan narasumber yang berbeda-beda. Kemudian, siswa yang mengikuti kegiatan ini akan memberikan penyuluhan kepada siswa lainnya.

"Hari ini SMAN 18 Bandung membuka sosialisasi dan pelantikan agen perubahan dari program rutin Roots Indonesia merupakan satu bagian dari program sekolah penggerak, karena SMAN 18 Bandung satu dari tujuh sekolah penggerak di Kota Bandung dan satu dari 2500 di Indonesia. Kegiatan ini akan dilaksanakan sampai Desember 2021," kata Nani Mulyani.

Dia berharap, semua siswa yang mengikuti kegiatan ini bisa menyebarkan informasi tentang pencegahan perundungan, tetutama di sekolah SMAN 18 Bandung, kemudian mereka dapat memfasilitasi untuk teman-temannya untuk dapat saling bekerjasama dalam hal positif.

Baca Juga: Kemendikbud Sediakan Psikolog untuk Antisipasi Perundungan di Internet

Salah satu yang menjadi agen perubahan siswa adalah, Dea Putri Ananda. Menurut dia, hal ini menjadi salah satu semangat untuk berbagi ilmu dan mendapatkan ilmu baru terkait perundungan.

"Lumayan seru untuk mencari pengalaman, bagaimana sih pencegahan perundungan itu, dan perundungannya seperti apa. Jadi jenis-jenisnya kita tahu, bila ada teman kita seperti itu (perundungan)," kata Dea Putri Ananda.

Menurut dia, di SMAN 18 Bandung memang ada perundungan sesama siswa, tapi sifatnya kecil dan berlaku sesaat. Kendati begitu, tetap saja perundungan itu tidak boleh dan dilarang.

Baca Juga: Akademisi: Anak Harus Diberi Pemahaman Bahaya Perundungan

"Tentunya ada (perundungan), cuma kita tidak tahu jenisnya seperti apa, kita harus mengetahui juga. Misalnya ada hal yang meledek orangtua, tapi apapun itu masuknya perundungan," ujar Dea Putri Ananda.

Sebagai agen perubahan, Dea Putri Ananda bertugas memberikan penyuluhan dan informasi perundungan itu. Semisal terkait dampak, jenisnya, dan membuat orang tidak sukses.

"Jadi kita itu tidak boleh asal mem-buly. Kita harus melihat dulu kondisinya seperti apa, dan membuli sangat tidak diperbolehkan, sebenarnya boleh saja bercanda, tapi bercandanya harus dimimalisir," pungkas Dea Putri Ananda.***(okky adiana)


Editor : inilahkoran