SLBN Cicendo Kota Bandung jadi Salah Satu Penggerak Merdeka Belajar
Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Cicendo Kota Bandung menjadi salah satu sekolah penggerak merdeka belajar di Jawa Barat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Cicendo Kota Bandung menjadi salah satu sekolah penggerak merdeka belajar di Jawa Barat.
Hal ini sesuai dengan kebijakan Kemendikbud dan Dinas Pendidikan Jawa Barat. Pihak sekolah akan mengimplemtasikan kurikulum Merdeka Belajar.
Kepala SLBN Cicendo Bandung Wawan mengatakan, kurikulum merdeka belajar di SLB sebenarnya sudah dilakukan beberapa tahun kebelakang sebelum peluncuran kurikulum merdeka belajar.
Baca Juga: SLBN Cicendo Kota Bandung Hanya 30 Persen Siswa Laksanakan PTM Terbatas
Prinsip kurikulum merdeka belajar adalah berpusat kepada peserta didik, artinya seluruh program sekolah harus berorientasi kepada kepada peserta didik. Ketika berbicara pada kontek peserta didik, proses yang akan dilakukan oleh guru diawali dengan assesmen. Assemen ini sebenarnya di SLB sudah dilakukan.
Selain itu, prinsip sekolah yang aman, ramah, termasuk jauh dari perundungan, sebetulnya di SLBN Cicendo Kota Bandung sangat familiar. Jadi, bagi SLB secara substantif dari kurikulum merdeka belajar sebenarnya sudah dilakukan terhadap pembelajaran bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
"Platform merdeka belajar khusus di SLBN Cicendo Kota Bandung khususnya anak-anak tuna rungu, pihak sekolah menggunakan aplikasi telekonferensi yang ada. Saya pikir dengan aplikasi telekonferensi yang ada, itu tidak menjadi masalah, yang paling penting mereka bisa memahami, bisa berinteraksi dan bisa berkomunikasi, hanya bapak atau ibu gurunya sudah dibekali dengan komunikasi bahasa isyarat," papar Wawan, Selasa 19 Oktober 2021.
Baca Juga: SLBN Cicendo Kota Bandung Termasuk Bangunan Cagar Budaya
Wawan mengatakan, salah satu yang harus dilakukan oleh pihak sekolah terkait merdeka belajar, harus menggunakan pembelajaran campuran (blanded learning). Ketika jumlah siswanya memang penuh, guru akan mengupayakan konteks merdeka belajarnya dengan blanded learning, sebagian di sekolah dan sebagian lagi di rumah.
"Kita (SLBN Cicendo) sudah melakukan hal itu," singkatnya.
Selain itu, Wawan juga menyoroti terkait sarana dan prasarana yang digunakan oleh pihak sekolah. Salah satunya adalah, labolatorium SLBN Cicendo Kota Bandung baru hanya memiliki 10 perangkat komputer, dan itu pun sangat kurang.
Baca Juga: Merdeka Belajar dan Kepastian Pendidikan
"Ketika berbicara dengan literasi digital, tentunya akan berpengaruh pada sarana dan prasarana yang ada, seharusnya ada 20 perangkat komputer," imbuhnya.***(okky adiana)
Editor : inilahkoran


