Akademis: Seperti Obat, Olahraga pun Ada Dosisnya, Jangan Sampai Overdosis

Untuk dapat menjalani aktivitas harian optimal dibutuhkan kondisi tubuh yang sehat dan bugar. Olahraga diyakini menjadi salah satu kunci.

Akademis: Seperti Obat, Olahraga pun Ada Dosisnya, Jangan Sampai Overdosis

INILAHKORAN, Bandung - Untuk dapat menjalani aktivitas harian optimal dibutuhkan kondisi tubuh yang sehat dan bugar. Olahraga diyakini menjadi salah satu kunci penting untuk menjaga kesehatan dan kebugaran.

Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran (Unpad) Nita Fitria mengatakan, masyarakat masih banyak yang belum paham bahwa untuk mendapatkan hasil optimal, olahraga harus terukur dan terprogram.

“Seperti obat, ada dosis, semuanya harus terukur dan terprogram, begitu juga dengan olahraga,” ujar Nita Fitria, Rabu 20 Oktober 2021.

Baca Juga: Saran Penting Dokter Agar Olahraga Tak Berujung Maut bagi Pengidap Penyakit Ini

Nita Fitria mengatakan, penting menerapkan formula FITT dalam olahraga yaitu memperhatikan frekuensi, intensitas, tipe, dan waktu (frequency, intensity, type, & time). Semuanya bergantung pada usia dan kebutuhan.

“Jangan sampai overdosis,” ujar dosen di Ilmu Keperawatan Dasar Fakultas Keperatawan Unpad ini.

Selain sehat secara fisik, olahraga juga dinilai dapat meningkatkan kesehatan psikis. Olahraga dapat mengeluarkan hormon endorfin yang dapat meningkatkan kebahagiaan.

Baca Juga: Usai Olahraga Libido Langsung Meroket, Begini Penjelasan Dokter....

Salah satu penelitian Nita Fitria yaitu mengenai pengaruh senam jantung sehat seri-1 terhadap kebugaran jasmani pada lansia depresi tingkat ringan dan sedang. Berdasarkan penelitiannya, diketahui bahwa senam jantung sehat seri-1 dapat meningkatkan kebugaran jasmani, sekaligus dapat menurunkan tingkat depresi ringan dan tingkat depresi sedang pada lansia.

“Saya di sini ingin membantu upaya pemerintah melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas),” ungkap Nita Fitria.

Dia pun ingin berkontribusi dalam meningkatkan derajat kesehatan para lansia. Secara teori, seseorang berusia di atas 60 tahun akan menurun tingkat kebugaran jasmaninya.

Baca Juga: Berikut Pilihan Olahraga di Rumah Biar Badan Tetap Bugar

“Enam minggu setelah treatment Senam Jantung Sehat Seri-1 pada lansia yang sehat, mereka itu kebugaran jasmaninya meningkat,” ungkap dosen yang juga mendalami ilmu fisiologi dan kesehatan olahraga ini.

Selanjutnya, Nita Fitria ingin melihat kaitan senam tersebut pada kondisi psikis. Diketahui, masalah kesehatan yang paling banyak dialami lansia adalah depresi. Namun, yang menjadi masalah adalah gejalanya depresi sulit dideteksi.

Untuk itu, Nita Fitria memanfaatkan biomarker, yaitu penanda dalam tubuh yang bersifat genetik. Penanda tersebut meliputi ekspresi protein plasma TNF-α, NF-kB dan BDNF, selain pengukuran melalui instrumen Geriatric Depression Scale (GDS-15). Pengambilan darah dilakukan sebelum dan sesudah dilakukan treatment.

Dijelaskan Nita Fitria, penanda tersebut dapat melihat adanya peningkatan peradangan dan penurunan fungsi kognitif pada tubuh seseorang yang menunjukkan adanya depresi.

“Ketika lansia sulit dideteksi depresinya, salah satunya adalah diambil darah untuk melihat apakah terjadi peningkatan atau penurunan fungsi kognitif. Itu menjadi marker untuk depresi, salah satunya pada lansia,” jelasnya.

Baca Juga: Emma Dety Permanawati Janji Merangkul Pegiat Olahraga Rekreasi di Kabupaten Bandung

Pemberian treatment sendiri dilakukan selama 12 minggu, dengan olahraga dilakukan setiap 3 minggu sekali. Hasilnya, diketahui ada peningkatan fungsi kognitif.

Penelitian tersebut dilakukan di di Pusat Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (PRSLU) dan Pemeliharaan Makam Pahlawan (PMP) Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Ciparay Bandung Jawa Barat.

“Jadi dari hasil disertasi itu saya mendapatkan setitik ilmu, ternyata orang yang depresi pada lansia itu bisa kita treatment melalui non-farmakologi, serta ini sangat mudah dan murah, yang penting prosesnya harus dikontrol dengan baik,” ujarnya.

Baca Juga: Buntut Merah Putih Tak Berkibar di Piala Thomas, Taufik Hidayat: Kacau Dunia Olahraga Ini!

Selain Senam Jantung Sehat Seri-1, olahraga lain pada lansia juga dapat dilakukan sesua dengan minat lansia, tetapi dengan tetap memperhatikan FITT. Olahraga dapat dilakukan tigaminggu sekali dengan intensitas sedang.

Jenis olahraga yang dilakukan berupa olahraga aerobik dengan waktu tidak lebih dari 60 menit . Selain itu perlu diperhatikan gerakan olahraga yang tidak terdapat hentakan dan mengangkat kedua kaki karena berbahaya terhadap sistem muskulo skeletal.***(okky adiana)


Editor : inilahkoran