Tingkatkan Daya Saing, Unjani Bidik Smart Military University

Rektor Unjani Hikmahanto Juwana mengatakan, mulai saat ini Unjani dikembangkan menjadi smart military university sebagai nilai daya saing.

Tingkatkan Daya Saing, Unjani Bidik Smart Military University

INILAHKORAN, Bandung - Rektor Unjani Hikmahanto Juwana mengatakan, mulai saat ini Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) dikembangkan menjadi Smart Military University sebagai nilai daya saing.

Untuk itu, dia menegaskan salah satu cara untuk mewujudkannya yakni dengan pengembangan fisik kampus melalui pembangunan infrastruktur.

Hikmahanto Juwana menyebutkan, Unjani merupakan perguruan tinggi yang dimiliki TNI Angkatan Darat melalui Yayasan Kartika Eka Paksi. Pihaknya berkomitmen terus mengembangkan diri sesuai arahan Kasad TNI Jenderal Andhika Perkasa dan mengejar ketertinggalan terhadap universitas lain.

Baca Juga: 2.965 Mahasiswa Baru Unjani 2020/2021 Ikuti Pembinaan Agama dan Karakter 

“Keuntungan yang dimiliki Unjani itu dapat dijadikan sebagai wadah pengembangan apoteker dan industri farmasi yang dimiliki TNI AD yang dapat dijadikan sarana pembelajaran baik untuk peserta didik. Oleh karena itu, dengan segala fasilitas yang dimiliki Unjani ini diharapkan dapat menjadi jalan agar Unjani dapat berkompetisi dengan universitas lain,” jelas Hikmahanto Juwana, belum lama ini.

Sementara itu, Unjani kembali menggelar Pengucapan Lafal Sumpah/Janji Apoteker Angkatan XXX Program Studi Profesi Apoteker yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Grand Aquila, Kamis 11 November 2021.

Baca Juga: Rektor Unjani Minta Kemlu Harus Tegas terhadap Negara Pemilik Drone

Lulusan yang diwisuda saat itu terhitung sebanyak 167 orang. Dari 167 orang lulusan, 88 di antaranya menyandang predikat kelulusan terbaik. Di mana lulusan terbaik diperoleh atas nama Nani Suhartanti dengan IPK 4,00.

Para lulusan itu berasal dari 21 provinsi yaitu Aceh, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.***(*)


Editor : inilahkoran