Disdik KBB Upayakan Para SIswa Mencintai Kearifan Lokal

Disdik Kabupaten Bandung Barat (KBB) upayakan membangun sekaligus menanamkan kesadaran para siswa terhadap kekayaan seni dan budaya daerah.

Disdik KBB Upayakan Para SIswa Mencintai Kearifan Lokal
Disdik KBB tenagh berupaya menanamkman seni budaya daearah pada para siswa sebagai wujud kecintaan terhadap kearifan lokal.

INILAHKORAN, Bandung- Disdik Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengupayakan membangun sekaligus menanamkan kesadaran para siswa terhadap kekayaan seni dan budaya yang merupakan kearifan lokal masing-masing daerah.

Dengan menanamkan kesadaran terhadap kearifan lokal sejak dini dinilai memberikan dampak pada lahirnya kebanggaan dalam diri setiap siswa.

Kadisdik KBB, Asep Dendih mengatakan, setiap guru pada setiap satuan pendidikan di KBB harus berupaya seoptimal mungkin untuk mendorong siswanya agar memiliki kecintaan terhadap kearifan lokal mereka.

Baca Juga: Sosok Mang Oded di Mata Ketua Komisi IV DPRD KBB“Seluruh guru di KBB harus berupaya seoptimal mungkin untuk mendorong siswanya agar memiliki kecintaan terhadap kearifan lokal,” katanya belum lama ini.

Ia menilai, penguatan kecintaan dan kesadaran akan pentingnya kearifan lokal dalam kehidupan mereka dapat berdampak pada lahirnya kebanggaan pada diri setiap siswa.

"Bila ditelaah lebih mendalam, begitu banyak nilai filosofis yang terkandung dalam kearifan lokal yang dimiliki," ujarnya.

Baca Juga: Implementasikan Merdeka Belajar, Disdik KBB Terima Hibah Matching Fund

Ia menjelaskan, kandungan nilai tersebut di antaranya mengarah pada upaya menyikapi keberlangsungan kehidupan.

"Dalam koneks ini harus dilakukan penyadaran bahwa kontribusi pemanfaatan kearifan lokal selama ini telah menjadi penopang keberlangsungan kehidupan," jelasnya.

Upaya penyadaran tersebut, sambung dia, salah satunya melalui intervensi pada ranah pendidikan terhadap siswa yang sedang menimba ilmu pada satuan pendidikan di KBB.

Baca Juga: Sepanjang 2021, Ada 22 Laporan Kekerasan Seksual di KBB

“Begitu banyak nilai filosofis yang terkandung dalam kearifan lokal yang berkembang dalam kehidupan masyarakat kita,” ungkapnya.

Sementara itu, Budayawan Sunda Taofik Faturahman mengatakan, kearifan lokal yang berkembang dalam kehidupan masyarakat merupakan refleksi karakter masyarakat Sunda.

"Masyarakat Sunda yang handap asor, terefleksikan pada berbagai bentuk kearifan lokal. Bagaimana masyarakat Sunda menamai gunung tertingginya di Jawa Barat dengan nama gunung Ceremai, tidak dengan nama lain yang kesannya tinggi atau besar," katanya.

Baca Juga: Antisipasi Munculnya Omicron di KBB, Hengky Kurniawan Bakal Lakukan Langkah Ini

“Kearifan lokal yang dimiliki masyarakat Sunda merupakan refleksi dari karakter masyarakat Sunda yang handap asor,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Kasi Pengembangan Bahasa, Wika Damayanti menuturkan, kegiatan yang dikemasnya merupakan upaya untuk menguatkan pemahaman pentingnya kearifan lokal diimplementasikan oleh setiap satuan pendidikan.

Ia berharap, melalui kegiatan yang dilaksanakan, diharapkan berkontribusi terhadap pemajuan budaya dan seni di KBB dengan menggunakan ranah pendidikan sebagai agen pemajuannya.

Baca Juga: Hengky Minta 148 Titik Drainase Penyebab Banjir di KBB Dinormalisasi

“Kegiatan yang dilaksanakan, diharapkan berkontribusi terhadap pemajuan budaya dan seni dengan menggunakan ranah pendidikan sebagai agen pemajuannya,” tandasnya. *** (Agus Satia Negara)


Editor : inilahkoran