Lakukan Penganiayaan Kepada Warga, Penjaja Tato Temporary di Asia Afrika Diburu Polisi
Polisi tengah memburu penjaja tato temporary yang diduga melakukan penganiayaan kepada warga di Asia Afrika Kota Bandung.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Polisi tengah menyelidiki adanya kasus penganiayaan yang diduga dilakukan penjaja tato temporary di Asia Afrika Kota Bandung kepada seorang warga.
Kejadian penganiayaan penjaja tato temporary, viral usai korban memposting kondisi dirinya usai dianiaya oleh penjaja tato temporary, tersebut.
Polisi pun saat ini tengah memburu penjaja tato temporary yang diduga melakukan penganiayaan kepada warga tersebut.
"Korban sudah membuat laporan, dan saat ini sudah dalam penyidikan," kata Kapolsek Regol Kompol Edy Kusmawan, saat dihubungi via ponselnya, Rabu 5 Januari 2022.
Baca Juga: Suhendar Divonis Tiga Bulan Penjara Kasus Penyerobotan Lahan Negara, Kejari Bandung Ajukan Banding
Edy mengatakan pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian di lokasi kejadian (Asia Afrika) dan pemeriksaan terhadap saksi korban serta saksi lainnya.
"Saat ini, pelaku tengah dalam pengejaran anggota," katanya.
Adapun kasus ini, telah dilaporkan dengan nomor laporan polisi LP/B/09/I/2022/SPKT/POLSEK REGOL/RESTABES BDG/POLDA JABAR, yang dilaporkan oleh korban pada, Selasa (4/1/2022).
Adapun kronologis kejadian penganiayaan, yang dikutip dari laman media Facebook, melalui akun Neng Ullan, berawal saat ia menggunakan jasa penjaja tato temporary, di Asia Afrika pada Senin 3 Januari 2022, penjual mematok harga Rp3.000 per centimeter, setelah selesai ternyata harganya mencapai Rp1 Juta.
Baca Juga: Jadwal SIM Keliling Bandung Rabu 5 Januari 2022, Cek Lokasi dan Biayanya
Karena tak sanggup membayar, dirinya menghubungi sang Ayah yang sedang berjaga di posko salah satu organisasi masyarakat, yang berada tak jauh dari lokasi kejadian.
Setelah ayahnya tiba, sempat terjadi cekcok antara ayah korban dan penjaja tato temporary. Cekcok mulut itupun berakhir dengan penganiayaan oleh beberapa orang.
"Ayah saya dihajar sama 20 orang, di situ ayah saya disiksa sampai ayah saya gak bisa ngapa-ngapain juga masih disiksa, saya juga kena sama istri si tukang tatto tipunya," kata dia," tulisnya dalam laman Facebook. *** (Cesar Yudistira)
Editor : inilahkoran

