Pembayaran Gaji Bulanan Terlambat, Ribuan ASN Kabupaten Bandung Kebingungan Bayar Cicilan Utang
Lantaran pembayaran gaji bulanan terlambat, ribuan ASN Kabupaten Bandung berkeluh kesah. Mereka bingung membayar cicilan utang ke bank.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Lantaran pembayaran gaji bulanan terlambat, ribuan ASN Kabupaten Bandung berkeluh kesah. Mereka bingung membayar cicilan utang ke bank.
"Jangan dikira ASN Kabupaten Bandung itu banyak uangnya, enggak semuanya orang kaya loh. Sekarang ini banyak ASN yang gaji bulanannya tinggal sedikit. Karena pembayaran gaji bulanan terlambat, kami bingung harus bayar cicilan hutang ke bank dari mana? Jadi, uang gaji itu sangat kami nanti-nantikan," kata Ahmad Lutfhi, salah seorang guru di SDN Argasari, Kecamatan Kertasari, Minggu 9 Januari 2022.
Menurutnya, pembayaran gaji bulanan terlambat itu kemungkinan dialami ribuan aparatur sipil negara atau ASN Kabupaten Bandung. Biasanya, per tanggal 1 mereka menerima gaji bulanan. Namun, hingga 9 Januari ini gaji yang dinanti-nanti untuk menafkahi keluarga itu tak kunjung datang.
Baca Juga: Pengumuman! Penyaluran BLT Subsidi Gaji Berakhir, Rekening Baru Penerima BSU Diblokir
Dia mengaku, sudah sembilan hari gaji bulanan yang biasa mereka terima melalui rekening BJB tak kunjung turun. Padahal biasanya, setiap tanggal 1 mereka menerima gaji bulanan.
"Selama saya menjadi ASN baru kali ini terjadi, saya juga tanya ke kawan-kawan lainnya di kecamatan lain, mereka juga mengiyakan baru kali ini terjadi. Biasanya tidak pernah telat, kalau tanggal 1 dan hari kerja, uang sudah masuk ke rekening sekitar pukul 13.00 WIB," jelas Ahmad.
Dia bersama kawan-kawan sesama guru ASN sudah menanyakan alasan keterlambatan tersebut kepada kepala sekolah. Namun, jawaban yang didapat tidak memuaskan dan tidak masuk akal. Pimpinan menjawab ada keterlambatan pengajuan.
Baca Juga: Bisa 20 Kali Gajian! Fakta Terkait Gaji Karyawan Pertamina yang Keukeuh Mogok Kerja
"Keterlambatan pengajuan bagaimana? Kan urusan gaji mah bukan seperti mau membangun gedung sekolah yang harus diajukan dulu. Tapi diurus oleh bagian kepegawaian dan keuangan di Pemkab Bandung. Ini yang membuat kami terheran-heran, ada juga yang bilang karena perubahan sistem, kan aneh rumah sistem kok mendadak tidak persiapan sejak jauh hari," ujarnya.
Ahmad menjelaskan, gaji bulanan yang biasa ia terima itu untuk menafkahi satu orang istri dan lima orang anak. Itu termasuk untuk membayar tagihan listrik, belanja bulanan keperluan rumah tangga dan lain sebagainya.
Namun, dikarenakan gaji tak kunjung cair itu dia sekeluarga terpaksa harus lebih berhemat dan menunda beberapa pembayaran dan pembelian keperluan rumah tangga. (Dani R Nugraha)
Editor : inilahkoran


