Nurul Apriananda Masisiwi UM Bandung Ini Sabet Perak Lomba Puisi Tingkat Nasional
Mahasiswi UM Bandung Nurul Apriananda, menorehkan prestasi dengan meraih perak dalam ajang lomba puisi tingkat nasional
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Salah satu mahasiswi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Nurul Apriananda, menorehkan prestasi dengan meraih perak dalam ajang lomba puisi tingkat nasional.
Mahasiswi UM Bandung jurusan Teknik Informatika tersebut mengaku tak menyangka bakal mendapatkan perak dalam lomba puisi yang diadakan Asosiasi Program Studi Informatika (APSI) Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah.
"Ini lomba puisi pertama saya. Padahal saya iseng ikut lomba ini (APSI Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah). Apalagi, saya baru menyukai puisi sejak kuliah," kata Nurul Apriananda, Senin 28 Februari 2022.
Sebelumnya, mahasiswi asal Jambi ini masuk dalam 5 besar dan menyingkirkan puluhan peserta lainnya dari berbagai universitas di bawah naungan Muhammadiyah/Aisyiyah itu.
Adapun peserta yang masuk 5 besar tersebut, yakni, Mahrunisa Indah (Universitas Aisyiyah Yogyakarta), Nuria Rindah (Universitas Muhammadiyah Maluku Utara).
Kemudian Nurul Apriananda (Universitas Muhammadiyah Bandung), Rahma Monik (Universitas Muhammadiyah Metro), dan Faturrohman Al-Khair (Universitas Muhammadiyah Makassar).
Peserta yang berhasil masuk 5 besar diminta untuk mengirimkan video pembacaan puisi yang dilombakan ke panitia lomba sebagai syarat akhir untuk penilaian dewan juri.
Baca Juga: Dampak PPKM Level 3 Mulai Terasa, Pengusaha Objek Wisata Pun Mengeluh
Lalu, belajar dari mana Nurul Apriananda menulis puisi, selain membaca puisi Sapardi Djoko Damono, Nurul mengaku berguru ke beberapa orang yang ahli dalam perpuisian.
"Puisi Eyang Sapardi saya suka. Khusus yang lomba puisi ini saya belajar dari teman yang memang biasa nulis puisi," ungkap Nurul.
Adapun pembacaan puisi yang dibuat video untuk panitia lomba, menurut Nurul, ia belajar dari sang kakak.
"Kemarin Abang yang di Jambi yang ngajarin saya," katanya.
Baca Juga: Operasi Pasar Minyak Goreng, 60 Ribu Liter untuk 31 Kecamatan di Kabupaten Bandung
Saat ditanya buku puisi siapa yang terakhir dibaca, Nurul mantap menjawab, "Pablo Neruda. Itu teman yang merekomendasikan," tutupnya.
Lomba puisi ini bertepatan dengan Rakornas Asosiasi Program Studi Informatika (APSI) Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah yang berlangsung dari 21-24 Februari 2022.*** (Okky Adiana)
Editor : inilahkoran


