Masih Belum Dipasang Palang Pintu, Perlintasan Sebidang Kereta Api di Cilame Rawan Kecelakaan

Perlintasan sebidang antara jalur kereta api dengan jalan di Kampung Sumur Bor Cilame KBB hingga kini belum memiliki palang pintu

Masih Belum Dipasang Palang Pintu, Perlintasan Sebidang Kereta Api di Cilame Rawan Kecelakaan
Perlintasan sebidang antara jalur kereta api dengan jalan di Kampung Sumur Bor, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) hingga kini belum dipasang palang pintu dan hanya dijaga warga sekitar.

INILAHKORAN, Ngamprah - Perlintasan sebidang antara jalur kereta api dengan jalan di Kampung Sumur Bor, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali menjadi kekhawatiran sejumlah pihak.

Pasalnya, perlintasan sebidang yang berada di kawasan tersebut dinilai rawan terjadi kecelakaan lantaran tidak adanya palang pintu perlintasan kereta api dan hanya dijaga warga sekitar.

Padahal, aktivitas kendaraan yang melintas di kawasan perlintasan sebidang tersebut sangat padat lantaran menjadi salah satu akses menuju kantor Pemda Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Salah seorang warga yang biasa beraktivitas melewati jalur perlintasan kereta tersebut, Yusuf (32) mengaku, dirinya selalu berhati-hati saat akan melintas di tempat tersebut.

Baca Juga: Doddy Sudrajat Larang Gala Sky Jadi Artis, Haji Faisal Beri Jawaban Menohok

Sebab dirinya takut ketika ada kereta yang melintas baik dari arah timur maupun barat.

"Meski ada warga yang menjaga tetap saja was-was, minimal tengok ka kanan dan kiri dulu. Kalau aman gak ada kereta baru lewat," katanya.

Ia pun menyarankan agar PT Kereta Api Indonesia (KAI) membuat pintu perlintasan otomatis di lokasi tersebut.

Sebab, menurutnya, perlintasan bagi kereta rute Bandung-Jakarta dan sebaliknya itu cukup padat. Selain kereta jarak jauh ada juga kereta Bandung Raya, Padalarang-Cicalengka yang melintas di trayek tersebut.

"Di situ kan ada dua trek (jalur), kadang kereta dari Barat dan Timur melintas bersamaan, itu kan bahaya bagi kendaraan yang melintas," ucapnya.

Baca Juga: Efek Harga Daging Sapi Terus Naik, Lapak Penjual Daging di Pasar Tambun Kosong

Sementara itu, Kepala Desa Cilame Aas Mochamad Asor mengakui jika perlintasan sebidang di Kampung Sumur Bor merupakan salah satu jalur yang sibuk dari lalu lalang kendaraan.

Terlebih, sambung dia, dengan adanya kantor Pemda KBB di Ngamprah.

"Setiap pagi dan sore hari banyak pegawai pemda atau masyarakat umum yang melintas di kawasan tersebut," ujarnya.

Tak hanya itu, ia menyebut, dirinya sudah beberapa kali mengusulkan ke PT KAI agar di perlintasan sebidang itu di buat palang pintu, sehingga bisa lebih aman ketika kereta akan melintas.

"Tapi hingga kini usulan tersebut tidak kunjung direspons," sebutnya.

Baca Juga: Sinopsis Ikatan Cinta Selasa 1 Maret 2022: Katrin Undur Pernikahannya dengan Rendy Gegara Tante Mayang?

Oleh karenanya, sambung dia, warga berinisiatif secara sukarela dan bergiliran menjaga dan mengatur kendaraan ketika melintas di kawasan tersebut karena khawatir ada kereta yang melintas.

"Sudah beberapa kali mengusulkan ke PT KAI agar dibuat pintu otomatis, tapi belum ada tanggapan, karena itu jadi kewenangan mereka," ujarnya.

"Kalau kami hanya meminta warga hati-hati ketika akan melintas, pastikan dulu tidak ada kereta yang lewat," pungkasnya.*** (agus satia negara).


Editor : inilahkoran