Sebanyak 21 Siswa-Siswi SLBN Cicendo Kota Bandung Ikuti PKL
Sebanyak 21 siswa-siswi di Sekolah Luar Biasa Negeri atau SLBN Cicendo Kota Bandung melaksanakan praktik kerja lapangan atau PKL.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Sebanyak 21 siswa-siswi di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Cicendo Kota Bandung melaksanakan praktik kerja lapangan (PKL).
Dari jumlah tersebut, kelas XI sebanyak 11 siswa-siswi, sementara kelas XII sebanyak 10 siswa-siswi. PKL SLBN Cicendo Kota Bandung ini dilakukan kurang lebih selama enam minggu. Dari 7 Februari 2022 hingga 14 Maret 2022.
Guru Pembimbing Yeyet Rochayati mengatakan, SLBN Cicendo Kota Bandung memiliki empat jurusan yang berbeda. Pertama, jurusan tata kecantikan, kedua tata boga, ketiga multimedia dan yang keempat souvenir.
Baca Juga: Kejati Jabar Usut Dugaan Korupsi Revitalisasi Taman Pramuka, Para Saksi Sudah Diperisa
"Mereka (orangtua) memilih PKL-nya dimana, jadi bukan kami (guru). Orangtua memilih sesuai dengan letak rumahnya, supaya tidak mengeluarkan ongkos yang besar dan tidak memakan waktu. Jadi tempatnya itu mendekati alamat masing-masing," ujar Yeyet Rochayati, Srnin 7 Maret 2022.
Menurut dia, tujuan diadakannya PKL tersebut adalah, untuk meningkatkan kemampuan seluruh siswa-siswi tersebut. Selain itu, untuk menambah pengalaman bekerja.
"Kalau seandainya mereka (siswa-siswi) tersebut lulus, kan mereka harus bekerja, dan nanti ditanyakan, apakah kamu pernah bekerja, pasti mereka menjawab pernah PKL, itu kan jadi referensi juga buat anak-anak," tuturnya.
Selain itu, kendala terbesar yang dihadapi oleh guru pembimbing adalah, mereka para siswa-siswi tersebut dinyatakan sakit ketika mengikuti PKL tersebut. Bahkan, ada salah satu siswa-siswi tersebut sakitnya sudah 10 hari.
Baca Juga: Minimarket di Padalarang Disatroni Rampok, Sekap Pegawai dan Gasak Rp60 Juta
"Tapi alhamdulillah, dia udah sembuh. Intinya masalah kesehatan aja sih. Selain itu, dari orangtuanya susah menemukan tempat PKL, tapi alhamdulillah sekarang mereka bisa mengikuti PKL," ucapnya.
Sebagai seorang guru di SLBN Cicendo Kota Bandung, Yeyet Rochayati berharap, mereka peserta didik itu bisa hidup mandiri dan jangan bergantung kepada orang lain.
"Hidup mandiri itu kan kalau sudah dewasa anak itu mereka harus memiliki pekerjaan, harus punya oenghasilan sendiri, jelas-jalas mah itu, supaya hidup mandiri dan bekerja," tambahnya. *** (Okky Adiana)
Editor : inilahkoran


