Ini Lokasi Lima Kecamatan Operasi Pasar Minyak Goreng Selasa Besok

Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung mengakui masyarakat masih kesulitan untuk mendapatkan minyak goreng murah.

Ini Lokasi Lima Kecamatan Operasi Pasar Minyak Goreng Selasa Besok
Kepala Disdagin Kota Bandung Elly Wasliah
 
INILAHKORAN, Bandung - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung mengakui masyarakat masih kesulitan untuk mendapatkan minyak goreng murah. Upaya yang terus dilakukan, yakni melaksanakan operasi pasar minyak goreng bersama distributor minyak atau Bulog di Bandung. 
 
"Memang tidak bisa dipungkiri fakta di lapangan bahwa masyarakat masih kesulitan untuk mengakses minyak goreng baik di ritel maupun di pasar dengan aksesnya agak sulit juga susah juga," kata Kepala Disdagin Kota Bandung Elly Wasliah, Sabtu 12 Maret 2022.
 
Menurut Elly Wasliah, upaya yang dilakukan agar masyarakat tidak kesulitan mendapatkan minyak goreng. Salah satunya telah melaksanakan operasi pasar di lima kecamatan dan akan kembali melaksanakan operasi pasar di lima kecamatan. 
 
 
"Kami sudah melakukan lima operasi pasar di lima kecamatan, dan insya Allah mulai Selasa (15/3) operasi pasar di lima kecamatan. Diantaranya di Regol, Cicendo, Ujung Berung, Cibiru dan Astana Anyar," ucapnya. 
 
Elly Wasliah menyebut, pelaksanaan operasi pasar di lima kecamatan bekerja sama dengan distributor minyak goreng. Tiap kecamatan mendapatkan jatah 2.400 liter minyak goreng yang akan dijual kepada masyarakat maksimal dua liter per orang seharga Rp 14.000 per liter. 
 
Pihaknya pun sekaligus melaksanakan operasi pasar untuk beras dan telur. Disamping itu, satgas pangan melakukan upaya pengawasan terhadap masyarakat yang menimbun atau menjual minyak goreng di atas harga eceran tertinggi. 
 
 
"Warga masyarakat kemarin yang terbukti ada menjual minyak dalam stok banyak dengan harga di atas HET. Kita akan melakukan penambahan minyak goreng kemasan di toko ritel namun belum dipastikan kapan," ujar dia. 
 
Elly menambahkan, menjelang bulan puasa Ramadhan. Sejumlah harga kebutuhan pokok pun merangkak naik. Hal itu disebabkan permintaan yang meningkat dan distribusi beberapa barang menurun karena faktor cuaca dan lainnya. *** (Yogo Triastopo) 


Editor : inilahkoran