Tak Hanya Bersih, Luhut Minta DAS Citarum Dibuat Menarik

Luhut Binsar Pandjaitan meminta agar penanganan DAS CItarum tidak hanya bersih saja namun dibuat semenarik mungkin

Tak Hanya Bersih, Luhut Minta DAS Citarum Dibuat Menarik
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan bahwa penanganan daerah aliran Sungai (DAS) Citarum di Jawa Barat sudah mencapai 80 persen. Ia meminta penanganan DAS Citarum ini tak hanya bersih saja, melainkan juga harus menarik.

INILAHKORAN, Bandung - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan bahwa penanganan daerah aliran Sungai (DAS) Citarum di Jawa Barat sudah mencapai 80 persen. Ia meminta penanganan DAS Citarum ini tak hanya bersih saja, melainkan juga harus menarik.

Luhut Binsar Pandjaitan juga mengapresiasi ide Gubernur Jabar Ridwan Kamil, yang dinilai berhasil dan baik dalam penanganan DAS Citarum. Tak hanya itu, Luhut juga melemparkan pujian kepada Bupati Bandung Dadang Supriatna dalam penanganan banjir. Bupati Dadang akan menyiapkan lahan seluas 48 hektar untuk pembangunan danau buatan di kawasan Tegalluar Kecamatan Bojongsoang. Ia berkeyakinan apa yang dilakukan oleh Gubernur Jabar dan Bupati Bandung ini untuk kebaikan bersama.

"Rakyat supaya nurut karena pemerintah tak mungkin membuat yang jelek. Termasuk IPAL ini saya lihat prosesnya sudah sangat baik, limbah yang masuk ke Citarum dapat berkurang,” kata Luhut saat meninjau IPAL Bojongsoang di Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung, Selasa 15 Maret 2022.

Baca Juga: Ridwan Kamil: Sumbangsih Asep Warlan Sangat Besar Untuk Jabar

Gubernur Jabar Ridwan Kamil menambahkan, keberadaan IPAL Bojongsoang ini meskipun kepemilikannya oleh Pemerintah Kota Bandung. Tapi kebermanfaatannya tidak hanya untuk Kota Bandung.

"Karena wilayahnya di Kabupaten Bandung, jadi lokasi IPAL Bojongsoang ini dibawah koordinasi Gubernur harus memberikan manfaatkan ke lima wilayah yang ada di cekungan Bandung. Termasuk Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Bandung Barat bisa memanfaatkan IPAL Bojongsoang. Ini milik negara dan tak ada ego sektoral," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Bandung, Dadang Supriatna mengatakan, bahwa hari ini Menko Maritim dan Investasi Luhut BInsar Panjaitan itu, berkunjung ke IPAL Bojongsoang dan membahas Danau Andir atau Kolam Retensi Andir Kecamatan Baleendah.

Baca Juga: Samsat Subang Optimis Raih Pendapatan Rp477,14 Miliar Tahun 2022

"Alhamdulillah dengan adanya Danau Andir itu, ada peningkatan dan terjadi pengurangan luasan area yang biasanya tergenang banjir di wilayah tersebut, menjadi tidak tergenang," kata Dadang.

Dadang juga menyebutkan saat mendampingi Luhut dan Ridwan Kamil, sempat membahas dan mengusulkan adanya potensi lahan seluas 48 hektar untuk danau buatan sebagai upaya mengurangi genangan banjir di Kecamatan Bojongsoang, Rancaekek dan sekitarnya. Potensi lahan seluas 48 hektar di kawasan Tegalluar Kecamatan Bojongsoang akan dibangun danau buatan.

"Kita sudah usulkan dan mendapatkan respon dari Pak Menko, nantinya bisa ditindaklanjuti dan dikerjasamakan dalam pengolahan danau buatan itu dengan PDAM maupun pihak lainnya," katanya.

Baca Juga: Ratusan Kolektor PBB Dikerahkan Pemkab Bandung Hingga ke Pelosok untuk Genjot PAD

Dadang mengungkapkan di wilayah Kabupaten Bandung, yang sebelumnya area tergenang banjir menjadi berkurang.

"Mudah-mudahan kedepan, semakin tidak ada banjir lagi," katanya.

Menurutnya, untuk mengurangi area genangan banjir di wilayah Cekungan Bandung, salah satu caranya yakni dengan memperbanyak danau buatan.

"Saya sudah usulkan potensi 48 hektar di daerah Tegalluar yang bisa digunakan danau buatan. Lahannya dari para pengusaha yang sudah menghibahkan lahannya, dan ternyata setelah diusulkan direspon oleh Pak Menko. Mudah-mudahan bisa terealisasi secepatnya," ujarnya. (rd dani r nugraha).


Editor : inilahkoran