Polemik Penggantian Sekda KBB Mencuat, Begini Tanggapan Hengky
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan mengaku, sejauh ini hubungan dirinya dengan Sekda KBB baik-baik saja dan harmo
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Polemik evaluasi atau penggantian Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) Asep Sodikin mulai mencuat di lingkungan internal ASN KBB.
Banyak yang menilai penggantian Sekda KBB tak perlu dilakukan, namin ada yang juga menginginkan hal itu sebagai upaya penyegaran birokrasi.
Menyikapi polemik tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan mengaku, sejauh ini hubungan dirinya dengan Sekda KBB baik-baik saja dan harmonis.
"Kalaupun ada evaluasi harus dimaknai secara positif karena itu bisa sebagai penilaian terhadap kekurangan ataupun untuk memberikan penghargaan atas kinerja baiknya," katanya.
Baca Juga: Anaknya Diculik, Perempuan Ini Kerjain Balik Pria yang Ngaku Penculik
Bahkan, jelas dia, setiap kali melantik dirinya selalu menyampaikan kepada para ASN bahwa mereka harus siap dievaluasi secara berkala.
"Itu biasa dilakukan, karena tujuannya adalah memberikan yang terbaik," katanya kepada wartawan.
Ia mengaku, dirinya sudah tidak memiliki waktu banyak untuk merealisasikan program kerja, visi, dan misinya sebagai kepala daerah.
"Misalnya kita ingin mobil yang cc-nya bagus jangan sampai ganti ban serep. Tapi kalau OPD atau siapapun itu tidak bisa menjalankan visi misi dan program kerja bupati yang sudah disetujui oleh dewan, maka harus minggir," ujarnya.
Baca Juga: Mahasiswa Papua Kota Bandung Dukung Operasi Damai Cartenz 2022
"Evaluasi itu wajar, bisa naik dipromosikan, diganti, diputar, karena di OPD itu terkadang perlu refreshing. Tapi kalau OPD tidak merespons, tidak bekerja sesuai visi misi bupati, ya harus dievaluasi, karena reputasi politik saya juga dipertaruhkan," sambungnya.
Disinggung apakah evaluasi atau rencana pergantian Sekda ini terkait dengan persiapan Pemilu 2024, politisi PDIP ini mengatakan, hal itu belum terpikirkan karena masih jauh.
"Gak dulu mikirin ke arah sana, masih jauh. Istilahnya, Kumaha Engke," pungkasnya. *** (agus satia negara).
Editor : inilahkoran

