Terdampak Pandemi Covid-19, Disdik KBB Minta LBMKS Jadi Ajang Penguatan Karakter Siswa
Disdik KBB berharap dengan adanya LBMKS jendang SD se KBB bisa menjadi ajang penguatan karakter siswa yang tertinggal akibat pandemi Covid
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat (KBB) berharap Lomba Bakat Minat dan Kreativitas Siswa (LBMKS) jenjang SD se-KBB mampu menjadi ajang penguatan karakter siswa.
Pasalnya, Disdik KBB mengaku sejauh ini dampak pandemi Covid-19 di KBB ternyata mampu menurunkan karakter siswa.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) KBB, Asep Dendih mengatakan, untuk bisa mencapai tujuan tersebut seluruh pemangku kepentingan pendidikan harus bersinergi melakukan penguatan karakter siswa.\
Baca Juga: Dicabuli Oknum Pejabat Kabupaten Cirebon, Perempuan Muda Kuningan Mencari Keadilan
Menurutnya, LBMKS merupakan ajang pengujian proses pembelajaran yang selama ini dilaksanakan oleh para guru di sekolah harus dimanfaatkan seoptimal mungkin.
"Ini merupakan upaya seluruh pemangku kepentingan dalam melihat efektifitas pelaksanaan pembelajaran," katanya.
Selain itu, jelas dia, LBMKS harus menjadi alat bagi seluruh pihak untuk mendapatkan perwakilan KBB pada ajang lomba kesiswaan tingkat Provinsi Jawa Barat. Bahkan, tingkat nasional.
"Kami juga berharap agar momen yang baik ini diunggah pada berbagai media digital, sehingga dapat menambah khazanah kegiatan positif," jelasnya.
Baca Juga: Hanya Buka Dua Formasi, 341 Orang Ikuti Tes Seleksi PPNPN di Lingkungan BPN KBB
Ia menerangkan, beragam kegiatan yang dilaksanakan pada LBMKS seperti Pentas PAI, KOSN, FLS2N, dan Calistung harus direkam dan dijadikan konten pada berbagai media digital sehingga berkontribusi dalam mengisi konten postif pada media digital.
“Momen tampilan siswa pada kegiatan ini agar diunggah pada media digital, sehingga kita dapat berkontribusi dalam mengisi konten positif," terangnya.
Sementara itu, Fungsional Kesiswaan SD, Disdik KBB, Poppy Ichsaniaty menyebut, pelaksanaan LBMKS digelar selama lima hari.
"Ada beberapa kecamatan yang digunakan untuk perhelatan LBMKS, yakni di Parongpong dan Batujajar," sebutnya.
Pada rangkaian kegiatan ini, lanjut dia, sejumlah pihak yang terlibat aktif, mulai guru, kepala sekolah, sampai pengawas sekolah.
Baca Juga: Disawer Doni Salmanan Rp1 M, Reza Arap Diperiksa Polisi, Atta Halilintar Juga Ikut Dipanggil
Semua dilibatkan agar siswa menjadi peserta yang dapat terfasilitasi dengan optimal.
“Insya Allah, kegiatan akan dilaksanakan secara maraton selama lima hari tersebut," ujarnya.
Ia menambahkan, LBMKS tahun 2022 merupakan kegiatan yang dapat direalisasikan kembali setelah dua tahun terhenti akibat merebaknya pandemi Covid-19.
Kemudian, berkaitan dengan masih berlangsungnya pandemi Covid-19, pelaksanaan tahun 2022 ini harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
"Semua pihak harus tetap menjaga kesehatan dan keselamatan di tengah pandemi Covid-19," pungkasnya. (Agus Satia Negara).
Editor : inilahkoran


