Wujudkan Manusia Sempurna dan Cerdas, SMAN 3 Kota Bandung Gelar Smartren Ramadhan

Untuk membentuk insan yang kamil SMAN 3 Kota Bandung menggelar Smartren Ramadhan yang diikuti sebanyak 256 siswa sisswi secar hybrid

Wujudkan Manusia Sempurna dan Cerdas, SMAN 3 Kota Bandung Gelar Smartren Ramadhan
Ciptakan insan yang kamil para siswa siswi SMAN 3 Kota Bandung mengikuti Smartren Ramadhan secara hybrid.

INILAHKORAN, Bandung - SMAN 3 Kota Bandung menggelar Smartren Ramadhan atau pesantren yang cerdas untuk milenial. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid di Aula SMAN 3 Bandung, Selasa 5 April 2022.

Siswa-siswi yang mengikuti kegiatan Smartren Ramadhan adalah kelas XI di SMAN 3 Bandung dengan jumlah total 356 siswa-siswi. Dikarenakan hybrid, pihak sekolah membagi dua bagian, ada yang secara online dan tatap muka langsung dengan teman-temannya.

Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Humas SMAN 3 Bandung Ida Rohayani mengatakan, kegiatan Smartren Ramadhan adalah, agar menjadi anak-anak insan kamil.

Baca Juga: Cara Tukar Uang untuk Lebaran Idul Fitri 2022 di Bank Indonesia

Manusia yang sempurna dari segi wujud dan pengetahuannya, serta tetap cerdas menghadapi permasalahan yang ada dengan ke shalehan kepada Allah SWT maupun terhadap sosial.

"Karena ada beberapa kegiatan nih, diantaranya mereka boleh berbagi takjil di rumah, ini kan kegiatannya dari jam 08.00 sampai jam 15.00 WIB, nanti misalnya kalau ada takjil berlebih, boleh bisa berbagi dengan sekitarnya," ujar Ida Rohayani.

Adapun materi yang disuguhkan pada para siswa selain meningkatkan iman sebagai nilai habluminallah, juga berempati sosial yakni habluminanas.

Baca Juga: Spoiler Ikatan Cinta 5 April 2022: Andin Batasi Nino untuk Temui Reyna, Riza dan Uya Tingkatkan Penjagaan

Pembekalan ini diberikan pada seluruh siswa kelas X dan XI sebagai spiritual recharger sesuai dengan motto sekolah knowledge is power but character is more.

"Harapan sekolah, semoga siswa selain cerdas secara intelektual namun diutamakan memiliki karakter yang baik," ucap Ida Rohayani.

Karena guru hanya menjadi fasilitator dan narasumber, sedangkan siswa sebagai penyelenggara, mereka menyiapkan kuis dan kegiatan interaktif lainnya agar menyenangkan.

"Semoga anak-anak selain mendapatkan ilmu juga mendapatkan kebahagiaan," ucapnya. *** (okky adiana)


Editor : inilahkoran