Pembangunan Tol Soreang-Ciwidey-Pangalengan Ancam Satwa Kunci Macan Tutul dan Surili
FK3I Jawa Barat menyebutkan rencana pembangunan tol soreang-ciwidey-pangalengan mengancam habitat macan tutul kunci dan surili
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Soreang - Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) Jawa Barat meminta Gubernur Ridwan Kamil membatalkan rencana pembangunan jalan tol Soreang-Ciwidey-Pangalengan yang digagas oleh Bupati Bandung Dadang Supriatna.
"Kami juga menolak rencana pembangunan jalan tol Jabar Selatan yang digagas oleh Pemprov Jabar melalui Tol Soreang, Ciwidey hingga Cidaun di Cianjur Selatan," kata Ketua FK3I Jabar Dedi Kurniawan, Rabu 20 April 2022.
Dikatakan Dedi, pembangunan jalan tol bukan solusi tepat untuk menyelesaikan masalah kemacetan. Klaim jika pembangunan jalan berbayar tersebut untuk mempercepat dan memudahkan distribusi hasil pertanian serta atas nama kesejahteraan masyarakat dengan iming-iming peningkatan ekonomi hanya alasan belaka.
Baca Juga: Dewan Kota Bandung Soroti Pelantikan Kepala Sekolah
"Pembangunan jalan tol yang direncanakan oleh Pemkab Bandung dan Pemprov Jabar dengan rute tersebut, justru terindikasi mengancam penggusuran lahan masyarakat. Kemudian juga mengancam tumbuhan dan satwa di kawasan hutan dan berkurangnya luas lahan perkebunan PTPN. Ini akan mengganggu ekologi dan akses kelola lahan masyarakat," ujarnya.
Meskipun pembangunan jalan tol ini baru rencana, kata Dedi, alangkah baiknya Pemprov Jabar dan Pemkab Bandung membatalkannya. Serta mencari solusi yang tidak menimbulkan masalah sosial dan ekologi. Misalnya, menata jalan alteri yang ada itu jauh lebih baik karena dapat meminimalisir gangguan dan kerusakan tatanan kawasan Bandung Selatan sebagai cekungan Bandung bagian selatan dan konflik sosial.
Tak hanya itu saja, lanjut Dedi, lahan hutan dan perkebunan yang bakal digunakan untuk jalan tol itu, terindikasi akan mengganggu satwa kunci di hutan lindung dikawasan tersebut, yakni macan tutul dan surili. Karena memang, jalan yang akan dibangun itu merupakan areal perlintasan kedua jenis satwa yang dilindungi tersebut.
Baca Juga: Polisi Buru Drifter yang Lukai Warga di Wastukancana Bandung
"Soal penataan pembangunan jalan yang sudah ada sebaiknya itu dibahas oleh Pemkab Bandung, Pemprov Jabar dengan Kementerian PU. Jadi kalau itu sangat urgen untuk kepentingan pertumbuhan ekonomi yah perbaiki itu. Tapi kalau yang dipilih itu jalan tol, ini mengindikasikan ada kepentingan investor serta upaya Pemprov, Pemkab Bandung untuk mempunyai pendapatan yang mengatasanamakan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Seperti diketahui, Bupati Bandung Dadang Supriatna akan menghadiahi masyarakat Kabupaten Bandung berupa pembangunan Jalan Tol Soreang-Ciwidey-Pangalengan. Hal tersebut, diungkapkan Dadang saat menggelar Jumat Keliling (Jumling) di Mesjid Al-Islah, Komplek Soreang Indah, Desa Cincin, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat 8 April 2022.
Dadang menyebutkan, dengan adanya jalan tol Soreang- Ciwidey- Pangalengan ini akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bandung. Terutama peningkatan bisnis di bidang industri, pariwisata dan pertanian.
Baca Juga: Biar Mudik Lancar, Polresta Bandung Cek Langsung Kesiapan Jalur
Saat ini, kata Dadang, Kepala Dinas PUTR Kabupaten Bandung sudah melakukan berbagai pendekatan, pembicaraan serta koordinasi dengan pemerintah pusat melalui pihak-pihak Kementrian terkait sehingga dalam waktu dekat rencana tersebut akan segera diluncurkan.
"Saya menargetkan peluncuran jalan Tol Soreang Ciwidey Pangalengan ini akan dilaksanakan bertepatan dengan HUT Kabupaten Bandung ke 381," katanya.
Rencananya, jalan tol tersebut akan melewati lahan hutan termasuk hutan Cagar Alam dan hutan lindung Perhutani dan perkebunan PTPN VIII. Nilai investasi jalan tol Soreang-Ciwidey-Pangalengan ini sebesar Rp 6 triliun.(rd dani r nugraha).
Editor : inilahkoran


