Ogah Dibilang Latah, Yana Masih Nunggu Kajian Soal Kegiatan CFD
Tidak seperti daerah lain yang sudah menggelar CFD Wali Kota Bandung Yana Mulyana lakukan kajian dulu agar tidak dibilang latah
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Wali Kota Bandung Yana Mulyana menegaskan, belum akan melakukan pelonggaran seperti daerah lain yang telah menggelar hari bebas kendaraan atau car free day (CFD).
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, dikatakan Yana Mulyana akan terlebih dahulu melakukan kajian. Pihaknya merasa tidak perlu latah seperti daerah-daerah yang telah kembali menggelar CFD.
"Saya pikir harus dikaji dahulu, dan saya pikiran kita tidak terlalu euforia terlebih dahulu. Maka itu harus dikaji, karena melibatkan banyak pihak. Mungkin dari epidemologi juga," kata Yana Mulyana, Senin 23 Mei 2022.
Baca Juga: Nahas, Aksi Begal Bersenjata Tajam di Bandung Ini Tewas Setelah Diamuk Warga
Sambung Yana, Pemkot Bandung masih akan menggunakan basis data dan indikator dalam merumuskan suatu kebijakan. Semua kebijakan harus menerapkan prinsip kehati-hatian.
"Karena saya baca, ternyata di Negara Amerika. Saat ini kembali terjadi peningkatan kasus yang luar biasa. Jadi virus ini belum habis. Jadi kita masih butuh kewaspadaan dan kehati-hatian. Maka kita akan lakukan kajian dahulu," ucapnya.
Kepala Bidang Keselamatan dan Ketertiban Transportasi (KKT) Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung Asep Kuswara mengatakan, bahwa rencana kembali menggelar CFD telah digulirkan.
Baca Juga: Pelaku Pembantaian Pemuda di Arcamanik Bandung Buron, Polisi Terus Lanjutkan Perburuan
Namun menurut Asep Kuswara, keinginan tersebut nampaknya belum dapat terealisasi meski kasus Covid-19 terus melandai. Sebab, kegiatan CFD 2022 belum dianggarkan pemerintah kota.
"Kondisi pandemi Covid-19 yang semakin melandai dan vaksinasi yang terus naik, CFD inginnya kembali digelar. Tapi anggaran CFD di tahun 2022 ini belum di anggarkan. Tapi kita terus mendorong di APBD perubahan. Mudah-mudahan," kata Asep Kuswara. *** (Yogo Triastopo)
Editor : inilahkoran

