Begini Motif Sebenarnya Aksi Viral Dua Bocah Di Perempatan Jalan Pasteur

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung langsung turun tangan setelah aksi viral di media sosial dua orang anak yang nekat memeg

Begini Motif Sebenarnya Aksi Viral Dua Bocah Di Perempatan Jalan Pasteur
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung langsung turun tangan setelah aksi viral di media sosial dua orang anak yang nekat memegang bokong perempuan di perempatan Jalan Pasteur Kota Bandung.
 
INILAHKORAN, Bandung - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung langsung turun tangan setelah aksi viral di media sosial dua orang anak yang nekat memegang bokong perempuan di perempatan Jalan Pasteur Kota Bandung. 
 
Komandan Kompi Tranmas Satpol PP Kota Bandung Erdiaz Drasdiutama mengatakan, pihaknya telah menemui keluarga salah satu dari dua anak tersebut. Setelah ditelusuri, kedua bocah berinisial RF dan RH berstatus saudara sepupu. 
 
"Ternyata mereka sepupuan. Umurnya paling juga tujuh tahunan dan baru kelas 1 SD," kata Erdiaz Drasdiutama, Sabtu 11 Juni 2022.
 
 
Erdiaz Drasdiutama menyebut, bahwasannya RF tidak bermaksud membuat resah pihak manapun atas tindakannya itu. Sebab, RF mengaku hanya diajak bermain RH selepas pulang sekolah dan orang tuanya tidak melarang karena mengira bermain disekitaran rumah. 
 
Namun ternyata, Erdiaz menuturkan bahwa RH mengajak RF untuk bermain hingga ke perempatan Jalan Pasteur. Mereka berangkat dari wilayah Cibarengkok, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung hingga ke Jalan Pasteur tanpa sepengetahuan orang tuanya.
 
Setibanya di Jalan Pasteur, terjadilah aksi nekat yang dilakukan RF dan RH terhadap seorang perempuan yang duduk di sepeda motor. Aksi mereka terekam kamera ponsel warga, hingga akhirnya viral di media sosial.
 
 
"Sebenarnya si anak ini tidak pernah main ke jalan Pasteur. Cuman saudaranya si RM jualan asongan di lokasi itu. Soalnya kalau main biasanya di dekat rumah saja enggak pernah jauh. Nah ibunya nyangka anaknya main di sekitar rumah, ternyata di bawa oleh sepupunya itu ke Jalan Pasteur," ujar dia. 
 
Orang tua RF, dikatakan Erdiaz juga baru tahu ulah anaknya setelah satu jam video itu viral di media sosial. Mereka pun sempat dilanda ketakukan saat hendak ditemui petugas.
 
"Karena informasi pencarian sudah beredar, orang tuanya sedikit ketakutan. Akhirnya kita tekankan kepada orang tuanya, kita memastikan tidak akan ada efek apa-apa," jelasnya. 
 
 
Kepada Erdiaz, RF juga mengatakan motifnya melakukan aksi nekat tersebut. Bocah berumur tujuh tahunan ini ternyata hanya ikut-ikutan sepupunya, RH saat memegang hingga mencium bokong perempuan di perempatan Jalan Pasteur.
 
"Tadi si anaknya cerita bahwa sebelumnya itu dia melihat RH yang pertama nyium pantat pengendara. Cuma karena mungkin si pengendara tidak marah, RF akhirnya ikut sama RH ngelakuin hal itu," ujar dia. 
 
 
Erdiaz pun memastikan keluarga anak tersebut telah membuat surat pernyataan dan permohonan maaf. Mereka berjanji akan lebih menjaga RF supaya insiden yang viral tersebut tidak terulang lagi. *** (Yogo Triastopo) 
 


Editor : inilahkoran