Sopir Angkot di Kota Bandung Keluhkan Kebijakan Aplikasi untuk Pembelian BBM Bersubsidi
Sopir angkot dan taksi online di Kota Bandung masih belum mengetahui uji coba penggunaan aplikasi untuk pembelian BBM bersubsidi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Sopir angkot dan taksi online di Kota Bandung masih belum mengetahui uji coba penggunaan aplikasi untuk pembelian BBM bersubsidi.
Rahmat (45), salah satu sopir angkot di Bandung mengaku belum menggunakan aplikasi tersebut saat hendak membeli BBM jenis pertalite sebab belum tahu. Rahmat pun belum mengetahui cara mendaftarkan diri ke aplikasi untuk pembelian BBM bersubsidi jenis pertalite dan solar.
Di kalangan sopir angkot di Bandung, Rahmat mengaku masih banyak yang keberatan dengan penggunaan aplikasi untuk pembelian BBM bersubsidi. Dia berharap, agar kebijakan penggunaan aplikasi tidak diberlakukan untuk sopir angkot karena hanya menyulitkan.
Baca Juga: Pemprov Jabar Dorong Pertumbuhan Eksportir Milenial
Sementara itu, salah seorang sopir taksi online Asep (47) menyampaikan, belum mengetahui aplikasi untuk pembelian BBM bersubsidi tersebut. Dia merasa penggunaannya tergolong menyulitkan. Terlebih, pendapatan taksi online saat ini kondisinya terus menurun.
"Ribetlah, apalagi sekarang dipusingkan dengan pendapatan yang terus turun. Ditambah ini tambah ribet," kata Asep.
Sementara, Pengawas SPBU di Jalan Riau Kota Bandung Tedi Setiadi mengatakan masih banyak konsumen yang bertanya-tanya tentang aplikasi MyPertamina. Selain itu banyak yang mengalami kendala saat mendaftar.
Baca Juga: Bawa Misi Perdamaian, Jokowi Bertemu Presiden Rusia: Sampaikan Pesan Presiden Ukraina
"Banyak yang nanya-nanya soal aplikasi ini. Kita jelaskan daftarnya dulu. Sebagian kadang error kalau koneksi jelek," kata Tedi Setiadi.
Tedi Setiadi menyebut, pihaknya mengarahkan konsumen untuk daftar terlebih dahulu di website subsiditepat.mypertamina.id. Selanjutnya konsumen akan mendapatkan barcode yang dapat digunakan tiap transaksi pertalite dan solar.
"Nanti ke depan yang mau ngisi Pertalite pakai barcode. Uji coba penggunaan MyPertamina hingga 15 Juli mendatang dan mulai resmi berlaku," ucapnya. (Yogo Triastopo)
Editor : inilahkoran

