Banjir Cileuncang di Kampung Halaman Bupati Bandung Tak Pernah Tuntas

Buruknya drainase di sepanjang Jalan Raya Laskar Wanita (Laswi) Kecamatan Ciparay menyebabkan banjir cileuncang setiap hujan turun.

Banjir Cileuncang di Kampung Halaman Bupati Bandung Tak Pernah Tuntas
Buruknya drainase di sepanjang Jalan Raya Laskar Wanita (Laswi) Kecamatan Ciparay menyebabkan banjir cileuncang setiap hujan turun. (Dani R Nugraha)

INILAH,Bandung- Buruknya drainase di sepanjang Jalan Raya Laskar Wanita (Laswi) Kecamatan Ciparay menyebabkan banjir cileuncang setiap hujan turun.

Genangan air lebih dari setengah meter itu membuat kendaraan roda dua dan empat yang melintas melambat dan menyebabkan kemacetan lalu lintas di sepanjang jalur tersebut, Kamis (6/2/2020).

Berdasarkan pantauan, hujan yang terjadi sejak sekitar puk 14.00 WIB, menyebabkan air dari drainase di Jalan Raya Laswi, tepatnya di dekat Kantor Kecamatan Ciparay dan Alun Alun Ciparay. Banjir cileuncang ini selalu terjadi setiap hujan turun, apalagi jika jujan deras, otomatis genangan air sepanjang kurang lebih 100 meter merendam badan jalan. Akibatnya, arus lalu lintas disepanjang jalan itu kerap macet parah.

"Setiap hujan turun yah seperti ini, jalan berubah seperti kolam ikan. Ini terjadi sejak sekitar 10 tahun lalu. Mungkin penyebabnya drainasenya mampet ditambah badan kalinya juga menyempit akibat bangunan rumah dan pertokoan," kata Ujang (50) salah seorang warga Desa Pakutandang Kecamatan Ciparay. 

Menurut Ujang, banjir Cileuncang ini berada di Jan Laswi yang wilayahnya sebagian masuk ke Desa Pakutandang dan sebagian atau seberang jalannya wilayah Desa Srimahi Kecamatan Ciparay. Buruknya drainase disepanjang jalan itu menjadi penyebab meluapnya air ke badan jalan. Sebenarnya, warga sekitar sudah sering kali melaporkan banjir cileuncang tersebut, namun sayangnya seolah tidak pernah didengar oleh pihak Kecamatan Ciparay maupun Pemkab Bandung.

"Kami juga sebagai warga heran, padahal enggak jauh dari Alun-alun dan Kantor Kecamatan Ciparay. Tapi aneh enggak pernah tuntas itu masalah banjir cileuncang. Padahal Ciparay itu kan kampung halaman dan rumahnya Bupati Bandung pak Dadang M Naser, tapi kok enggak ada perhatiannya yah sama daerah sendiri," ujarnya.

Hal senada dikatakan Dian Hadiana( 35) salah seorang pengguna jalan yang selalu terjebak banjir cileuncang di tempat itu setiap hujan besar turun. Sehingga ia harus memutar jalan ke arah dan menjadi lebih jauh. 

"Setiap hujan pasti banjir cileuncang disini. Kalau diterobos khawatir motor saya mogok. Yah akhirnya putar arah jadi lebih jauh. Keingingn kami sebagai pengguna jalan, yah diperbaiki dong drainasenya supaya enggak banjir terus terusan," katanya. (rd dani r nugraha).


Editor : Bsafaat