Banjir Ciliwung di Cisarua Munculkan Empat Korban, Ini Daftarnya
Banjir akibat meluapnya Sungai Ciliwung di Cisarua kawasan Puncak Kabupaten Bogor tak hanya merendam rumah warga, juga menimbulkan korban.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cisarua – Banjir akibat meluapnya Sungai Ciliwung di Cisarua kawasan Puncak Kabupaten Bogor tak hanya merendam rumah warga, juga menimbulkan korban.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah alias BPBD Kabupaten Bogor mencatat tak ada korban jiwa akibat banjir Sungai Ciliwung di Cisarua kawasan Puncak itu. Namun, ada beberapa korban yang terluka.
“Korban luka ringan atas nama Ibu Nova, Pak Samsudin, Pak Wardi, Ibu Heni. Korban dibawa ke RSPG dr. Goenawan,” jelas Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani di Cisarua, Senin 3 Maret 2025.
Bupati Bogor Rudy Susmanto pada Senin dini hari langsung mengunjungi lokasi kejadian dan menemui beberapa korban di lokasi pengungsian. Rudy menyerahkan bantuan dan memastikan ketersediaan dapur umum untuk masyarakat.
“Bantuan tersebut dari Pemerintah Kabupaten Bogor. Tentu kita persiapkan untuk kebutuhan bahan pokok. Saya ucapkan terima kasih banyak, bukan hanya Pemerintah Kabupaten Bogor, dari TNI dari Polri juga mempersiapkan untuk sahur bagi para pengungsi,” kata Rudy.
Sungai Ciliwung tak hanya merendam Jakarta, tapi juga kawasan Puncak, Kabupaten Bogor. Akibatnya, 423 warga di Cisarua terdampak.
BPBD Kabupaten Bogor mencatat ratusan jiwa terdampak itu adalah warga Kampung Pensiunan, Desa Tugu Selatan, Cisarua. Mereka terdampak banjir akibat meluapnya Sungai Ciliwung.
“Karena hujan deras dengan intensitas tinggi mengakibatkan aliran Sungai Ciliwung meluap ke rumah warga di sekitaran aliran kali,” kata Adam.
Luapan air Sungai Ciliwung yang terjadi pada Minggu (2/3) malam sekitar pukul 20.30 WIB itu, berdasarkan catatan BPBD Kabupaten Bogor, berdampak pada 119 KK di tiga RT yang ada di RW 01 Kampung Pensiunan, yakni 54 KK terdiri dari 198 jiwa di RT 01, kemudian 27 KK terdiri dari 98 jiwa di RT 02, dan 38 KK terdiri dari 127 jiwa di RT 03.
Selain di kawasan Puncak, air kiriman dari hulu Sungai Ciliwung itu juga sudah sampai di Jakarta. Tanah Betawi pun digempur banjir di sana-sini.
Banjir di Jakarta melanda sedikitnya 28 rukun tetangga (RT) di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Banjir terjadi akibat meluapnya Kali Ciliwung yang hulunya berada di wilayah Bogor. (*)
Editor : Zulfirman

