Sungai Ciliwung Mengamuk, 423 Waga Cisarua Puncak Ikut Terdampak
Sungai Ciliwung tak hanya merendam Jakarta, tapi juga kawasan Puncak, Kabupaten Bogor. Akibatnya, 423 warga di Cisarua terdampak.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cisarua – Sungai Ciliwung tak hanya merendam Jakarta, tapi juga kawasan Puncak, Kabupaten Bogor. Akibatnya, 423 warga di Cisarua terdampak.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Bogor mencatat ratusan jiwa terdampak itu adalah warga Kampung Pensiunan, Desa Tugu Selatan, Cisarua. Mereka terdampak banjir akibat meluapnya Sungai Ciliwung.
“Karena hujan deras dengan intensitas tinggi mengakibatkan aliran Sungai Ciliwung meluap ke rumah warga di sekitaran aliran kali,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani di Cisarua, Senin 3 Maret 2025.
Luapan air Sungai Ciliwung yang terjadi pada Minggu (2/3) malam sekitar pukul 20.30 WIB itu, berdasarkan catatan BPBD Kabupaten Bogor, berdampak pada 119 KK di tiga RT yang ada di RW 01 Kampung Pensiunan, yakni 54 KK terdiri dari 198 jiwa di RT 01, kemudian 27 KK terdiri dari 98 jiwa di RT 02, dan 38 KK terdiri dari 127 jiwa di RT 03.
Selain di kawasan Puncak, air kiriman dari hulu Sungai Ciliwung itu juga sudah sampai di Jakarta. Tanah Betawi pun digempur banjir di sana-sini.
Banjir di Jakarta melanda sedikitnya 28 rukun tetangga (RT) di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Banjir terjadi akibat meluapnya Kali Ciliwung yang hulunya berada di wilayah Bogor.
“Hingga pukul 04.00 WIB genangan (banjir) terjadi di 28 RT,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan di Jakarta, Senin, 3 Maret 2025.
Menurut dia, banjir yang terjadi itu diakibatkan meluapnya Kali Ciliwung sehingga mengakibatkan daerah yang berada di bantaran sungai terendam banjir.
Ia menjelaskan bahwa hujan yang terjadi di DKI Jakarta dan sekitarnya pada Minggu (2/3) menyebabkan kenaikan Bendung Katulampa yang berada di Bogor, Jawa Barat, menjadi siaga 3 atau waspada pada pukul 20.20 WIB.
Kemudian, lanjut Yohan, di hari yang sama pada pukul 20.40 siaga 2, dan pada pukul 20.40 WIB Bendung Katulampa menjadi siaga 1 atau bahaya sekitar pukul 21.30 WIB.
Selanjutnya di Pos Pantau Depok, kata Yohan, berstatus siaga 3 waspada pukul 21.40 WIB, siaga 2 pukul 00.00 WIB, dan siaga 1 atau bahaya pukul 00.30 WIB.
"Untuk di Pos Pantau Angke Hulu menjadi siaga 3 pukul 23.00 WIB dan menyebabkan terjadinya beberapa banjir di wilayah DKI Jakarta," katanya. (*)
Editor : Zulfirman

