Banjir Masih Kepung Ribuan Rumah Warga Empat Kecamatan di Kabupaten Bandung

Ratusan rumah warga di Kampung Bojongasih Desa/Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung masih terendam banjir. Banjir akibat luapan Sungai Citarum ini merendam pemukiman warga sejak Jumat (24/1/2020) lalu. 

Banjir Masih Kepung Ribuan Rumah Warga Empat Kecamatan di Kabupaten Bandung
Foto: Dani R Nugraha

INILAH, Bandung - Ratusan rumah warga di Kampung Bojongasih Desa/Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung masih terendam banjir. Banjir akibat luapan Sungai Citarum ini merendam pemukiman warga sejak Jumat (24/1/2020) lalu. 

Imas Rohaeni (64) salah seorang warga RT 7 RW 5 Kampung Bojongasih, mengatakan, air masuk ke pemukiman mereka sejak Jumat dan terus naik hingga hari ini. Ketinggian air di rumahnya memang tidak terlalu tinggi yakni sekitar 70 sentimeter. Namun di pemukiman warga yang letaknya lebih rendah ketimbang rumahnya, ketinggian air ada yang lebih dari 2 meter.

"Rumah kami memang letaknya agak tinggi, genangan air enggak terlalu dalam. Kalau di belakang yang hampir dekat ke Citarum air sampai ke genteng rumah. Sekarang sudah agak surut sedikit, tapi kalau hujan lagi mah yah air naik pasti naik lagi," kata Imas, Senin (27/1/2020).

Imas menjelaskan, banjir kali ini terbilang besar dan tak kunjung surut. Berbagai perabotan rumah tangga pun terendam dan hanya sedikit barang yang terselamatkan. Tapi untungnya, berbagai barang elektronik seperti tv, lemari es dan lainnya telah lebih dulu disimpan di tempat lebih tinggi.

"Karena sudah biasa kebanjiran, kami sempat selamatkan perabotan elektronik. Kalau kasur, kursi dan pakaian di lemari basah semuanya. Kami kira banjir enggak akan terjadi lagi, karena Citarumnya kan sudah dikeruk," ujarnya.

Kondisi serupa juga terpantau di Kampung Cigebar Desa/Kecamatan Bojongsoang. Ratusan rumah di daerah tersebut masih terendam air dengan ketinggian antara 50 sentimeter hingga lebih dari 2 meter. Sebagian besar warga di Kampung ini mengungsi ke beberapa lokasi pengungsian. Namun ada juga warga yang bertahan di rumah masing masing dan menempati langit langit rumah.

"Sudah empat hari rumah kami kebanjiran. Kalau siang kami terpaksa meminta sumbangan sama pengendara yang lewat, malamnya kami menginap di pengungsian. Kami terpaksa mengemis karena selama ini tidak ada bantuan apa apa, padahal kami perlu makan dan untuk beli susu anak," kata salah seorang warga Cigebar yang tak mau disebutkan namanya dan tengah mengemis di tepi jembatan Citarum.

Memang, di sepanjang jembatan Citarum di Cigebar atau yang biasa disebut jembatan Biru itu terlihat beberapa orang pengungsi yang minta minta uang pada pengguna jalan yang melintas. Mereka mengaku meminta sumbangan karena rumah mereka terendam banjir. Sehingga mereka tak bisa mencari nafkah.

Banjir juga masih mengepung kawasan Baleendah, genangan air setinggi kurang lebih 70 sentimeter memutus akses Jalan Raya Baleendah- Dayeuhkolot. Genangan air, terlihat dari mulai Taman Kota Baleendah hingga depan Pasar Dayeuhkolot. Otomatis sejak kemarin lalu lintas disepanjang jalan tersebut mati. Pertokoan disepanjang jalan tersebut pun lebih banyak yang tak beroperasi.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Akhmad Djohara mengatakan, sebanyak 11.659 kepala keluarga (KK) dan 40.844 jiwa dari 4 kecamatan terdampak banjir tahunan itu.

Dari total jumlah KK dan jiwa terdampak, tercatat sebanyak 208 KK, 695 jiwa, 51 lansia, 39 balita, 3 ibu hamil, 5 ibu menyusui dan 1 disabilitas, berada di beberapa titik pengungsian di Kecamatan Baleendah dan Dayeuhkolot.

"Di Baleendah, terdapat beberapa titik pengungsian, antara lain Gedung eks-Inkanas, Gedung shelter Parunghalang dan SDN Cibadak. Ada juga yang menempati kantor RW dan masjid," kata Akhmad.

Di Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Dayeuhkolot, para pengungsi tersebar di beberapa titik, antara lain aula desa dan masjid-masjid. Sedangkan di Desa Citeureup, pengungsi menempati kantor RW, masjid, posyandu dan rumah toko (ruko) warga.

"Untuk wilayah Majalaya dan Rancaekek tercatat tidak ada pengungsi, sedangkan untuk Bojongsoang, sampai saat ini masih dilakukan pendataan," ujarnya.

Akhmad melanjutkan,  banjir paling parah berada di RW 04 Kampung Bojongasih Desa Dayeuhkolot dan RW 13. Kampung. Ciputat Kelurahan Andir, dengan Tinggi Muka Air (TMA) 60 hingga 200 sentimeter.

Dilaporkan juga, beberapa akses jalan yang tidak bisa dilalui, antara lain Jalan Raya Banjaran-Bandung dengan TMA 30-40 cm, Jalan Raya Bandung-Ciparay dengan TMA 10-50 cm dan Jalan Raya Andir-Katapang dengan TMA 30-70 cm.

"Pusdalops (Pusat Pengendalian Operasi) terus melaporkan update data satu kali 24 jam. Personil kami di lapangan, bersama  muspika (musyawarah pimpinan kecamatan), aparat desa/kelurahan dan para relawan penggiat kebencanaan, melakukan assessment dan evakuasi warga terdampak banjir di empat kecamatan tersebut," katanya.

Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan BPBD Provinsi dan Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas). Koordinasi lintas sektor dengan perangkat daerah dan instansi terkait lainnya juga terus berjalan.

"Dinkes (Dinas Kesehatan) membuka posko dan melakukan piket petugas kesehatan di tiap kecamatan terdampak. Untuk penyaluran logistik, kami bekerjasama dengan Dinsos (Dinas Sosial). Sedangkan untuk penanganan bencana, kami berkoordinasi dengan Satpol PP, PMI, TNI dan Polri," ujarnya.

Terkait logistik, sampai saat ini pihaknya telah menyalurkan 30 paket makanan siap saji, 58 dus air mineral, 37 dus mi instan, 51 paket sembako, 78 lembar selimut dan 59 lembar matras.

"Khusus untuk pembersihan material paska banjir di Kecamatan Paseh, kami telah menyalurkan 48 buah slaber karet, 72 buah sikat gagang panjang, 84 botol pewangi lantai dan 400 lembar karung," katanya.

Perahu untuk kebutuhan evakuasi pun disiapkan pihaknya di beberapa titik banjir. Antara lain sebanyak 5 unit perahu karet, 7 unit perahu fiber dan 3 unit perahu aluminium. "Selain itu juga, kami siapkan 2 unit tenda peleton yang dapat difungsikan sebagai shelter," ujarnya.

Sementara Dinsos, lanjut Akhmad, telah menyalurkan sebanyak 900 kg beras, 890 dus mi instan, 160 paket peralatan mandi, 50 dus air mineral, 32 paket kids ware, 108 pouh minyak goreng, 40 buah kasur, 30 lembar selimut, 10 lembar terpal dan 50 paket makanan anak.

"Logistik untuk seluruh wilayah terdampak banjir, kami upayakan terlayani. Bila masih ada daerah yang belum tersentuh, bisa menghubungi pusdalops BPBD melalui telepon (022) 85872591," katanya. (Dani R Nugraha)


Editor : Doni Ramdhani