Banjir Masih Kepung Sebagian Wilayah Dayeuhkolot

Sebagian pemukiman di wilayah Kampung Bojong Asih, Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung terendam banjir akibat luapan sungai Citarum, Senin (18/2).

Banjir Masih Kepung Sebagian Wilayah Dayeuhkolot
Sebagian pemukiman di wilayah Kampung Bojong Asih, Desa Dayeuhkolot diredam banjir.
INILAH, Bandung- Sebagian pemukiman di wilayah Kampung Bojong Asih, Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung terendam banjir akibat luapan sungai Citarum, Senin (18/2).
 
Banjir tersebut diakibatkan hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bandung, Minggu (17/2).
 
Berdasarkan pantauan, banjir di jalan Kampung Bojong Asih RW 14 mulai surut dengan ketinggian air tersisa sekitar 40 sentimeter. Namun, memasuki pemukiman bisa mencapai selutut atas hingga pinggang orang dewasa.
 
 Akibatnya, sebagian warga memilih mengungsi di lingkungan Desa Dayeuhkolot. 
 
Sementara itu, aktivitas belajar SDN 01 Bojong Asih yang aksesnya terendam banjir termasuk bangunan sekolah dipindahkan ke aula kantor Desa Dayeuhkolot
lantai dua. Kondisi seperti itu sudah berlangsung sejak satu pekan terakhir.
 
Saat ditemui, salah seorang warga RW 14, Kampung Bojong Asih, Yadi (49) mengatakan banjir di wilayahnya sudah berlangsung hampir satu pekan lebih. Selama satu pekan itu, banjir sempat surut namun kembali naik. ke pemukiman.
 
"Jadi selama sepekan itu air turun naik. Tadi malam juga air naik kepemukiman sekitar jam 24.00 WIB. Sekarang sebagian sudah surut dan menyisakan lumpur," kata Yadi Senin (18/2/2019).
 
 Menurut Yadi, , ketinggian banjir bervariasi dari mulai selutut di jalan hingga mencapai pinggang orang dewasa di pemukiman. Akibat banjir aktivitas warga terganggu. 
 
Namun karena sering banjir, para warga pun terbiasa dengan kondisi tersebut. Ia mengatakan, banjir yang terjadi di Bojong Asih berasal dari banjir kiriman dari wilayah Majalaya, Banjaran atau Rancaekek.
 
"Kemarin sudah dua hari tidak hujan tapi di Majalaya, Banjaran hujan termasuk kalau di Rancaekek hujan besar. Air banjir sampai kesini kurang lebih 4 jam," ujarnya.
 
Yadi melanjutkan, sebagian warga yang memiliki rumah tingkat memilih bertahan di rumahnya. Namun yang hanya satu lantai sebagian terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman di aula Desa, kecamatan dan koramil di Dayeuhkolot. 
 
Yadi mengungkapkan masalah lain yang menyebabkan banjir di Kampung Bojong Asih yaitu kondisi drainase yang rusak, sampah menumpuk serta sungai Citarum yang dangkal. Sementara itu, kolam retensi Cienteung tidak menampung banjir seluruhnya. 
 
Yadi menjelaskan banjir terbesar di wilayahnya terjadi pada 2005, 2010 dan 2016. Diperkirakan banjir besar akan terjadi pada 2021 mendatang. Meski katanya, banjir tidak bisa diprediksi kapan terjadi di wilayahnya.


Editor : inilahkoran