Banjir Teratasi Investasi Menanti

Banjir Teratasi  Investasi Menanti
LINTASI BANJIR: Sejumlah kendaraan melintasi banjir di Gedebage Bandung Timur.(ANTARA/BAGUS AHMAD RIZALDI)

INILAH, Bandung - Setiap kali hujan datang, kawasan Bandung Timur kembali berhadapan dengan persoalan yang sama: genangan yang menghambat perjalanan, mengganggu aktivitas warga, dan menyisakan pekerjaan rumah yang belum tuntas.

Bentangan wilayah dari Ciwastra hingga Gedebage menjadi salah satu kawasan yang kini mendapat perhatian dalam penanganan banjir Kota Bandung. 

Persoalannya tidak berdiri sendiri karena kawasan tersebut berkaitan dengan sistem sungai Citarum yang melintasi dan menghubungkan sejumlah wilayah.

Pemerintah Kota Bandung kini menyiapkan skema penanganan bersama sejumlah lembaga pemerintah. Targetnya cukup panjang, tetapi jelas: Bandung Timur ditargetkan bebas banjir pada 2028.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, solusi untuk persoalan banjir di kawasan tersebut diharapkan mulai terlihat pada 2027 hingga 2028.

“Kelihatannya, solusinya bisa kita dapatkan di 2027-2028 untuk Bandung bagian timur,” kata Farhan, Kamis (24/9).

Target tersebut tidak hanya diarahkan untuk mengurangi genangan, tetapi menciptakan kondisi kawasan yang benar-benar bebas banjir pada 2028. Pemerintah Kota Bandung menyiapkan konsep penanganan secara bertahap agar persoalan banjir dapat ditangani melalui sistem yang lebih menyeluruh.

“Target kami adalah 2028 betul-betul bebas banjir daerah Timur itu, dengan konsep yang kami miliki,” ucapnya.

Bagi Farhan, persoalan banjir juga berkaitan dengan wajah dan masa depan kawasan. Ketika ancaman genangan dapat ditekan, keamanan dan kenyamanan kawasan akan meningkat. Dampaknya, menurut dia, dapat ikut mendorong nilai investasi tanah di Bandung Timur.

“Maka nilai investasi tanah di bagian Timur pun akan naik,” ujar dia.

Namun, pekerjaan tersebut tidak dapat sepenuhnya diselesaikan oleh Pemerintah Kota Bandung sendiri. Bandung Timur merupakan bagian dari sistem sungai Citarum sehingga penanganannya harus berjalan seiring dengan kebijakan pengelolaan sungai di tingkat yang lebih luas.

Farhan mengatakan, Pemkot Bandung akan mengikuti arah kebijakan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum yang memiliki tanggung jawab terhadap sistem sungai di kawasan tersebut.

“Kita bisa selesaikan sendiri dulu, terutama karena kita menjadi bagian dari sistem Citarum. Kita tinggal mengikuti arah kebijakan BBWS Citarum seperti apa, kita akan ikuti,” ucapnya.

Skema penanganan banjir Bandung Timur pun disiapkan melalui koordinasi lintas lembaga. Kementerian Keuangan dan Bappenas disebut terlibat dalam pembahasan, bersama BBWS Citarum dan lembaga lain yang berkaitan dengan pengelolaan sistem sungai.

“Skemanya nanti akan melibatkan Kementerian Keuangan, Bappenas, dan juga tentu saja beberapa lembaga lain seperti BBWS yang merupakan penanggung jawab terhadap sistem sungai di Timur,” kata Farhan.

Jika Bandung Timur memiliki tantangan yang berkaitan dengan sistem Citarum, persoalan di Bandung bagian Barat menghadirkan cerita berbeda. Penanganannya membutuhkan koordinasi lintas wilayah karena bersinggungan dengan Kabupaten Bandung dan kawasan perbatasan lainnya.

Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah Cimindi, kawasan yang bersinggungan langsung dengan wilayah Kota Cimahi. Persoalan banjir di kawasan tersebut tidak cukup ditangani dari satu sisi wilayah administratif.

Karena itu, koordinasi antarpemerintah daerah menjadi bagian penting dari upaya penanganan banjir Bandung Barat. Farhan mengatakan, komunikasi bersama bupati dan gubernur masih ditunggu untuk membahas langkah penanganan kawasan tersebut. (yogo triastopo/gin)


Editor : Inilahkoran