Banjir Thailand Tewaskan 19 Orang, 700 Ribu Warga Bangkok Terdampak
Banjir melanda sejumlah wilayah Thailand. Sedikitnya 19 orang tewas dan sekitar 700 ribu warga Bangkok terdampak, menurut otoritas setempat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Sedikitnya 19 orang tewas akibat banjir yang melanda sejumlah provinsi di Thailand. Sementara di Bangkok, sekitar 700.000 orang terdampak banjir yang terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Kementerian Kesehatan Thailand menyatakan banjir yang melanda 23 provinsi telah menyebabkan 19 orang meninggal dunia dan berdampak terhadap 49 fasilitas kesehatan. Sebagian besar korban meninggal dilaporkan akibat tenggelam atau tersengat listrik.
Pemerintah Thailand kemudian menetapkan libur khusus selama dua hari di Bangkok serta tiga provinsi tetangga, yakni Nonthaburi, Pathum Thani, dan Samut Prakan, akibat kondisi banjir.
Kementerian Kesehatan Thailand menyebut 24 fasilitas kesehatan masih beroperasi normal, tiga fasilitas mengalami penutupan sebagian, sementara 22 fasilitas lainnya menghentikan layanan.
Di Bangkok, curah hujan mulai mereda setelah sistem tekanan rendah bergerak menjauh. Namun, hujan monsun masih berpotensi turun, terutama di wilayah timur ibu kota.
Data Pemerintah Kota Bangkok menunjukkan sekitar 329.000 rumah tangga atau sekitar 700.000 orang terdampak banjir. Beberapa distrik yang mengalami dampak cukup parah antara lain Lat Krabang, Bang Kapi, Khan Na Yao, Sai Mai, Suan Luang, Saphan Sung, dan Lak Si.
Curah hujan pada malam sebelumnya tercatat sekitar 62 milimeter di Nong Chok, 55 milimeter di Lat Krabang, dan 52 milimeter di Min Buri.
Gubernur Bangkok Chadchart Sittipunt mengatakan pemerintah kota memprioritaskan penurunan ketinggian air di sejumlah kanal utama, termasuk Prawet Burirom dan Lat Phrao. Langkah tersebut dilakukan agar air dari jalan dan kawasan permukiman dapat dialirkan lebih cepat.
Sejumlah ruas Jalan Phetchaburi juga mulai dibuka kembali. Sementara itu, Jalan Vibhavadi Rangsit sudah lebih mudah dilalui meski genangan masih terdapat di sejumlah lokasi.
Pemerintah Kota Bangkok juga telah memindahkan sekitar 1.500 pasien yang tidak dapat beranjak dari tempat tidur dari kawasan terdampak ke rumah sakit milik pemerintah kota.
Selain evakuasi warga rentan, pemerintah terus memantau permintaan bantuan yang disampaikan masyarakat melalui media sosial.
Bantuan yang dibutuhkan antara lain makanan siap saji, air minum, kendaraan dengan jarak bebas tanah tinggi, perahu kecil berdasar datar untuk menjangkau kawasan yang sulit diakses, serta dapur umum keliling.
Pemerintah Kota Bangkok menyatakan proses pemompaan dan pengaliran air terus dilakukan. Penurunan muka air di kanal menjadi salah satu kunci agar genangan di jalan dan permukiman dapat berangsur surut.
Sementara itu, laporan mengenai jumlah korban secara nasional masih berbeda antarinstansi dan waktu pembaruan. Karena itu, angka korban perlu dibaca berdasarkan sumber dan waktu pelaporannya.***
Editor : JakaPermana

