Banyak Fenomena Anak Cuci Darah, Menkes Imbau Kurangi Konsumsi Gula dan Makanan Manis

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat untuk mengurangi konsimsi gula, sikapi fenomena banyaknya anak yang melakukan cuci darah

Banyak Fenomena Anak Cuci Darah, Menkes Imbau Kurangi Konsumsi Gula dan Makanan Manis
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat untuk mengurangi konsimsi gula, sikapi fenomena banyaknya anak yang melakukan cuci darah.

INILAHKORAN, Bandung - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat untuk mengurangi konsimsi gula, sikapi fenomena banyaknya anak yang melakukan cuci darah.

Budi Gunadi menuturkan, banyaknya kasus anak cuci darah karena terbiasa mengonsumsi makanan dan minuman manis setiap hari, seperti es krim, es boba serta lainnya.

Belum lagi tren makanan dan minuman manis saat ini, yang makin membuat anak terbiasa mengonsumsi asupan berkadar gula tinggi. Sebab itu Budi Gunadi meminta, agar konsumsi gula dikurangi sesuai batas aman, untuk menekan risiko penyakit.

"Banyak anak sekarang dikasih minum sama makan gulanya tinggi. Jadi Indonesia suka gula. Gula itu penyebab segala macam penyakit. Mulai dari ginjal, hati, stroke, jantung itu penyebabnya gula," ujar Budi Gunadi di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat 2 Agustus 2024.

Normalnya konsumsi gula perhari maksimal kata dia, adalah empat sendok teh. Lebih dari itu, berpotensi merusak ginjal. Seperti kasus cuci darah yang terjadi pada anak saat ini.

"Untung Jawa Barat kalau minum teh, pahit," ucapnya.

Saat ini lanjut Budi Gunadi, ada sekitar 13 persen atau 35,8 juta populasi Indonesia yang mengalami penyakit gula. Dimana ada potensi semakin parah, bila tidak ditangani secara berlanjutan.

"Itu dialisis kalau enggak dilakukan tiap hari, itu bisa jadi penyakit kronis. Ukuran paling gampang, lihat celana jeans. Kalau diatas 34 kemungkinan, gulanya banyak," imbuhnya.

Sebab itu dia berharap, masyarakat terutama anak-anak mulai mengurangi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula, sebagai pencegahan timbulnya penyakit kronis.

"Anak-anak sekarang minumnya gula semua. Itu yang harus dikurangi. Kembali ke tanpa gula. Masyarakat Jawa Barat, kalau teh pahit," pintanya. (Yuliantono)


Editor : Ahmad Sayuti