Banyak Sanpah Liar, Ini Usul Wabup Iwan

Banyak sampah liar atau yang tidak membayar retribusi akan disikapi Pemkab Bogor. Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan mengusulkan agar di setiap Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Lingkungan Hidup disiapkan truk sampah pengangkat sampah liar.

Banyak Sanpah Liar, Ini Usul Wabup Iwan
Foto: INILAH/Reza Zurifwan

INILAH, Cibinong - Banyak sampah liar atau yang tidak membayar retribusi akan disikapi Pemkab Bogor. Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan mengusulkan agar di setiap Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Lingkungan Hidup disiapkan truk sampah pengangkat sampah liar.

"Saya usul agar di setiap UPT DLH menyediakan satu atau dua unit dump truk yang khusus mengangkut sampah liar agar lingkungan kita tetap bersih dan terhindar dari penyakit tertentu," ucap Iwan kepada wartawan di Ruang Kerjanya, Rabu (27/11).

Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Bogor ini menerangkan, kebijakan setiap UPT DLH menyediakan unit dump truk harus disertai kebijakan kepala daerah.

"Nanti setelah dilakukan kajian maka target pemungutan retribusi pelayanan pembuangan sampahnya akan dikurangi lalu armadanya mendapatkan stimulan pendapatan tambahan, DLH ini kan harusnya bukan murni pencari Pendapatan Asli Daerah (PAD) tetapi juga harus ada fungsi sosial," terangnya.

Iwan menjelaskan, mengubah pola hidup masyarakat agar bersih dan sehat tidak mudah. Jangankan diimbau, diatur Peraturan Daerah (Perda) yang ada sanksinya saja masih banyak dilanggar.

"Menjadikan masyarakat untuk melakukan Pola Hidup Bersih Sehat (PHBS) itu tidak mudah. Himbauan dan perda tidak cukup. Tetapi perlu langkah nyata sehingga perlahan-lahan bisa sadar untuk mengikuti keinginan pemerintah daerahnya," jelasnya.

Terpisah, Kepala DLH Kabupaten Bogor Panji Ksatriyadji menuturkan, selama ini sampah liar tetap diangkut para pesapon atau petugas. Namun banyaknya titik pembuangan sampah liar, maka tidak semuanya dilayani.

"Sampah liar tetap kami angkut walaupun kami lebih memprioritaskan masyarakat yang sudah membayar rerribusi pelayanan sampah. Keluhan petugas ternyata jumlah titik Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar cukup banyak, sementara jumlah armada dump truk dan petugasnya masih kurang banyak," tutur Panji.

Ia melanjutkan di tahun 2020 jajarannya sudah mengajukan pembelian 14 dumpt truk sampah dan tambahan personil. Setiap unit dump truk ada 5 petugas kebersihan yang  siap menjalankan tugasnya.

"Anggaran pembelian 14 unit dump truk sebesar Rp 6,2 miliar maupun gaji petugas kebersihannya sudah siap, tinggal kami melakukan perekrutan saja dimana idealnya kita butuh 70 orang petugas lagi," lanjutnya. (Reza Zurifwan)


Editor : DeryFG