Batal Berangkat Umrah, Puluhan Jemaah Asal Bandung Pasrah
Puluhan Jemaah umrah dari Kota Bandung terpaksa harus pasrah gagal berangkat ke tanah suci Mekah. Pasalnya, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menangguhkan seluruh kunjungan ke negaranya untuk sementara waktu.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Puluhan Jemaah umrah dari Kota Bandung terpaksa harus pasrah gagal berangkat ke tanah suci Mekah. Pasalnya, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menangguhkan seluruh kunjungan ke negaranya untuk sementara waktu.
Keputusan itu merupakan satu diantara upaya Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, atas penyebaran virus corona jenis baru (Covid-19) dalam beberapa waktu terakhir.
Satu diantara jemaah asal Kota Bandung, Ade Sopyana, mengatakan, pemberitahuan pembatalan berangkat ke tanah suci mekkah dinilainya mendadak.
Meski begitu, lanjut Ade, baik pihak bandara maupun pihak travel umroh yang digunakannya memberikan penjelasan terkait pembatalan keberangkatannya ke tanah suci mekkah.
"Penjelasannya ada karena di blokir katanya dari arab, cuma memang pemblokirannya mendadak," ucap Ade saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis, (27/2/2020) malam.
Ade mengungkapkan, dirinya bersama jemaah lainnya pun hanya bisa pasrah atas pembatalan keberangkatan umrohnya. Ia dan rombongan lainnya pun dipastikan malam ini langsung pulang kembali ke Kota Bandung.
"Kalau kecewa sudah pasti, cuma mau gimana lagi, semua jemaah hanya bisa pasrah," ujar Ade.
Ade menambahkan, untuk rombongan dari travelnya berjumlah 21 orang. Selain itu, Ia juga belum dapat kepastian jadwal ulang keberangkatan ibadah umrohnya ke tanah suci mekkah.
"Kalau dari rombongan saya ada 21, ini langsung pulang malam ini. Belum tau kapan bisa berangkat, yang pasti kita jemaah mengharapkan secepatnya semoga ada kabar baik dari pemerintah," tandas Ade.
Terpisah, Humas Kemenag Kota Bandung Agus Saparudin mengungkapkan, institusinya belum dapat menyatakan sikap. Pasalnya, belum ada pernyataan dari pemerintah pusat melalui surat edaran.
"Sebenarnya, Kementerian Agama Kota Bandung belum menyatakan sikap sebenernya karena memang belum ada pernyataan resmi dari Kementerian Agama pusat terkait dengan travel warning ini, kita belum dapat," ujar Agus saat ditemui di Kantornya, Kota Bandung, Kamis (27/2/2020) siang.
"Kita baru mendapatkan informasi terkait travel warning itu melalui media. Jadi kalau surat resmi dari Kementerian Agama pusatnya itu belum muncul ke kita," sambung Agus
Agus menambahkan, data mengenai ada atau tidaknya jemaah umroh yang tertunda keberangkatannya dari Bandung berada di Amphuri atau jasa travelnya masing-masing.
"Kita belum mendapatkan respons dari para jemaah umrah, mereka yang komplain ke Kementerian Agama atau travelnya sendiri, belum ada. Karena mungkin barangkali informasi dari medianya baru muncul hari ini, mungkin para travel atau Amphuri itu belum menyatakan sikap terkait dengan travel warning ini," ungkap Agus.
Agus pun berharap Pemerintah Kerajaan Arab Saudi dapat segera menghentikan travel warning, agar jemaah dapat melaksanakan ibadah umrah sebagaimana biasanya.
"Mudah-mudahan travel warning buat jemaah ini bisa segera dicabut sehingga pelaksanaan bisa berjalan kembali," pungkasnya. (Ridwan Abdul Malik)
Editor : Bsafaat

