Bawahannya Diduga Dikeroyok, Kabid Damkar Tempuh Jalur Hukum
Seorang anggota Pemadam Kebakaran pada Dinas Satpol PP Kota Bogor William Nova (41) babakbelur dikeroyok pria berbadan tegap di salah satu restoran bilangan air mancur, Kecamatan Tanah Sareal pada Jumat (26/7/2019) pukul 20.30 WIB.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bogor - Seorang anggota Pemadam Kebakaran pada Dinas Satpol PP Kota Bogor William Nova (41) babakbelur dikeroyok pria berbadan tegap di salah satu restoran bilangan air mancur, Kecamatan Tanah Sareal pada Jumat (26/7/2019) pukul 20.30 WIB.
Alhasil pada Sabtu (27/7/2019) siang, Kepala Bidang (Kabid) Penyelamatan dan Pemadam Kebakaran Kota Bogor Marse Hendra Saputra melaporkan kepada kepolisian dan detasemen polisi militer perihal kejadian tersebut.
Marse mengatakan, langkah awal setelah kejadian, pihaknya membawa korban dengan menggunakan ambulance ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor, lalu korban ditangani secara medis.
"Korban mengalami luka robek sehingga harus diberikan beberapa jahitan. Setelah korban ditangani kami melakukan beberapa persiapan langkah yang akan dilakukan pada Sabtu (27/7/2019) siang," ungkap Marse saat dihubungi INILAH pada Sabtu (27/7/2019) siang.
Langkah pertama, lanjut Marse, adalah melakukan pelaporan kepada pihak berwajib dalam hal ini aparat Kepolisian Polsekta Tanah Sareal yang berada di wilayah kejadian pengeroyokan.
"Saya ini akan melaporkan ke Polsekta Tana Sareal, kemudian akan melaporkan ke Denpom III/1 Bogor karena diduga anggota," tambahnya.
Marse menjelaskan, kronologi pengeroyokan anggota Pemadam Kebakaran Kota Bogor berawal dari cekcok saat pertandingan persahabatan sepak bola di GOR Pajajaran.
"Anggota saya pemain bola, dia tim Pemkot Bogor melawan tim Ciluar FC. Memang sempat ribut di lapangan, gara-gara ya biasalah kalau main bola kan body contac hingga senggolan," jelas Marse.
Marse juga mengatakan, menurut korban saat pengeroyokan, para terduga pelaku memukul korban menggunakan berbagai macam barang
"Ada yang meggunakan batu, kunci inggris. Alhasil, anggota Pemadam KebakaranKota Bogor terluka di beberapa bagian tubuhnya. Sekarang sudah sadar, sedang dalam perawatan di RSUD Kota Bogor," terang Marse.
Sementara itu, teman satu tim korban, Manan Tampubolon mengatakan, peristiwa berawal dari pertandingan persahabatan antara tim Pemkot Bogor dengan tim Ciluar FC di GOR Pajajaran, babak pertama berjalan lancar karena bermain dengan warga asli. Namun, tensi pertandingan meningkat di babak kedua setelah tim lawan berganti pemain menjadi anak-anak muda.
"Beberapa saat sebelum berakhirnya pertandingan ada senggolan badan hingga berujung ricuh ditengah lapangan. Akhirnya kapten tim Pemkot Bogor dari luar lapangan Eko Prabowo menghentikan pertandingan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan atau keributan berlanjut," ungkap Manan kepada INILAH.
Manan melanjutkan, ternyata seusai pertandingan ketika tim Pemkot Bogor berada didalam base dilingkungan GOR Pajajaran, tiba-tiba tujuh orang pria cepak berbadan tegap menghampiri dan menanyakan kepada bapak Eko Prabowo siaap yang dituakan ditim Pemkot Bogor.
"Dengan nada tinggi bertanya nya, lalu dijawab oleh pak Eko dirinya yang dituakan. Kemudian pak Eko berusaha meredam emosi dengan mengajak bicara baik-baik. Pria yang bertanya ternyata tidak terima saat dilapangan dirinya sempat terkena pukul serta mengaku dirinya merupakan 'aparat'. Lalu tiba-tiba korban berdiri dan mengaku dirinya yang memukul, sambil berujar dirinya tidak takut dengan aparat karena korban juga aparat Damkar. Alhasil tujuh pria segera mengejar korban," tutur Manan.
Manan membeberkan, korban yang akrab disapa Wempy, sempat dikejar ke kolam renang Mila Kencana. Mulai dari Mila Kencana korban sudah mulai dipukul, kemudian untuk menyelamatkan diri korban lari ke kedua Bakso Boedjangan.
"Dari situ korban terpojok dan tidak tahu lagi saya bagaimana korban. Melihat di CCTV, korban dikeroyok beberapa orang berbadan tegap hingga tidak bisa berdiri. Korban setelah tergeletak ditinggalkan para pelaku setelah direlai oleh salah satu rekan mereka," pungkasnya. (Rizky Mauludi)
Editor : JakaPermana

