Bawaslu Jabar Ajak Santri Turut Mengawasi dan Berpartisipasi di Pilkada Serentak 2024

Bawaslu Provinsi Jawa Barat mengajak para santri, untuk turut mengawasi dan berpartisipasi menggunakan hak pilihnya di Pilkada serentak 2024.

Bawaslu Jabar Ajak Santri Turut Mengawasi dan Berpartisipasi di Pilkada Serentak 2024
Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Jabar Nuryamah

INILAHKORAN, Bandung - Bawaslu Provinsi Jawa Barat mengajak para santri, untuk turut mengawasi dan berpartisipasi menggunakan hak pilihnya di Pilkada Serentak 2024.

Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Jabar Nuryamah mengatakan, kegiatan yang dilakukan oleh pihaknya yang bertajuk Forum Warga Pengawasan Partisipatif, yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Santri Nasional dan Hari Sumpah Pemuda di PWNU Jabar baru-baru ini, tak lain untuk mendorong santri berperan aktif dalam kontestasi Pilkada serentak 2024.

Mengingat peran santri kata Nuryamah, sangat penting dalam menentukan kemajuan Jawa Barat melalui Pilkada serentak 2024.

Baik keterlibatan mereka sebagai agen pengawas partisipatif di lingkungan sosial, maupun hak pilih mereka di pesta demokrasi kali ini.

"Harapannya, santri-santri ini bisa memanfaatkan hak pilih mereka dengan baik dan berperan aktif. Kami juga terus mengajak, untuk menjadi pengawas partisipatif dalam Pemilu. Kami menyadari masih ada keterbatasan dalam pengawasan terhadap masyarakat, sehingga keterlibatan para santri sangatlah dibutuhkan," ujar Nuryamah.

Sebab Pilkada yang berjalan baik kata dia, tentu akan melahirkan pemimpin berintegritas dan berkualitas. Dimana ini bukan hanya menjadi tanggungjawab penyelenggara Pemilu, tetapi juga seluruh pihak termasuk ulama, kyai dan santri.

Maka dari itu, pihaknya berharap melalui gencarnya sosialisasi terkait pengawasan dan hak pilih yang dilakukan Bawaslu Jabar ini kata Nuryamah, diharapkan mampu mewujudkan Pilkada serentak di Jawa Barat yang jujur dan adil.

Serta menghindari potensi yang dapat memecah belah bangsa, seperti hoaks, kampanye hitam maupun SARA.

"Kami juga berharap agar dapat memberikan manfaat dan edukasi, tidak hanya kepada santri dan ulama, tetapi juga kepada masyarakat umum agar Pemilu 2024 dapat berlangsung berintegritas dan berkualitas, berkat dukungan dari seluruh pihak," ucapnya.

Sementara terkait dugaan pelanggaran yang terjadi selama masa tahapan kampanye, Nuryamah mengungkapkan ada satu temuan di Pilgub Jabar 2024. Dimana salah satu pasangan calon, diduga melakukan kampanye di tempat ibadah.

Hanya saja Nuryamah belum mau merinci lebih jauh, terkait dugaan pelanggaran kampanye di tempat ibadah tersebut.

"Update ada satu. Proses klarifikasi sudah. Saat ini kami menunggu pleno, untuk memastikan apakah dugaan tersebut memenuhi syarat sebagai pelanggaran atau tidak. Nanti akan kami sampaikan (detail), kalau sudah ada keputusannya," tandasnya. ***


Editor : Ahmad Sayuti