Begini Kata Bawaslu Jabar, Soal Rendahnya Partisipasi Masyarakat di Pilkada Serentak 2024

Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Barat Zacky M Zam Zam menyebut, kondisi serupa juga turut terjadi di provinsi lain, dalam kontestasi Pilkada serentak 2024.

Begini Kata Bawaslu Jabar, Soal Rendahnya Partisipasi Masyarakat di Pilkada Serentak 2024
Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Barat Zacky M Zam Zam

INILAHKORAN, Bandung - Fenomena rendahnya partisipasi masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya, dalam Pilkada Serentak 2024 tidak hanya terjadi di Jawa Barat.

Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Barat Zacky M Zam Zam menyebut, kondisi serupa juga turut terjadi di provinsi lain, dalam kontestasi Pilkada serentak 2024.

"Ya kalau dari sisi partisipasi, kan itu sudah jadi fenomena nasional ya. Tidak hanya di Jawa Barat gitu ya," ujar Zacky di Kabupaten Bandung belum lama ini.

Maka dari itu kata dia, harus ada upaya untuk mengidentifikasi sebab menurunnya partisipasi pemilih, buntut dari rendahnya minat masyarakat dalam menggunakan hak suaranya pada Pilkada serentak 2024.

"Tinggal bagaimana kita mengidentifikasi, apa sih kendalanya? Apakah karena Pemilu (Pilpres dan Pileg) dan Pemilihan (Pilkada) serentak ini jaraknya terlalu dekat, sehingga masyarakat juga jenuh dan sebagainya," ucapnya.

Sebab itu, lanjut Zacky perlu ada kajian seperti focus group discussion (FGD) dengan melibatkan banyak pihak, untuk membedah penyebab turunnya partisipasi pemilih pada Pilkada serentak 2024 yang dihelar 27 November lalu.

"Itu perlu penelitian khusus, FGD-FGD dan sebagainya dari pihak akademisi, dari penyelenggara," imbuhnya.

Seperti diketahui, partisipasi pemilih di Pilkada serentak 2024 Jawa Barat turun drastis. Target partisipasi pemilih yang diusung KPU Jabar di angka 76 persen gagal terealisasi.

Jangankan mendekati angka 76 persen, minimal menyamai angka pada Pilkada 2018 lalu pun, yakni sekitar 74 persen juga masih jauh.

Dimana pada Pilkada serentak 2024, dari total daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 35.925.960 orang, ada 12.222.175 pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya.

Atau hanya sekitar 65,97 persen masyarakat di Jabar, yang menggunakan hak pilihnya pada Pilkada serentak 2024 kali ini.

Ketua KPU Provinsi Jawa Barat Ahmad Nur Hidayat mengakui, terjadi penurunan signifikan pada Pilkada edisi kali ini.

Catatan ini menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi KPU, untuk mendongkrak partisipasi pemilih pada Pilkada selanjutnya.

"Partisipasi 65,97 persen. Ya pasti turun, itu makanya pekerjaan kami untuk menaikkan kembali. Tapi pasti di periode mendatang," ujar Ahmad.

Dalam Pilkada serentak 2024, dari total 23.703.785 surat suara yang digunakan. Antaranya 22.710.733 suara sah dan 993.052 tidak sah.

"Memang untuk bicara penurunan ini, ataupun partisipasi perlu dikaji lebih ulang begitu ya. Terkait hal-hal karena kami tidak bisa langsung menyampaikan informasi-informasi terkait persentase pemilih ini. Insya Allah ini menjadi evaluasi atau hal-hal yang bisa kita tingkatkan pada prioritas pemilihan," ucapnya.

Sementara salah satu saksi dari pasangan calon, Rohman Mulyana mengkritisi rendahnya partisipasi pemilih pada Pilkada 2024.

Dia menduga, salah satu penyebab rendahnya partisipasi masyarakat untuk memilih, karena adanya pembatasan waktu pencoblosan.

"Jangan ada batasan waktu. Mungkin ini penyebab kurangnya partisipasi pemilih," tandasnya. 


Editor : Ahmad Sayuti