Baznas KBB Akui Penerimaan Hanya dari Zakat Profesi ASN, Industri Belum Ada Respon

Kepala Baznas KBB Iing Nurdin mengakui selama ini penerimaan baru sebatas dari zakat profesi ASN sementara dari pihak industri belum ada

Baznas KBB Akui Penerimaan Hanya dari Zakat Profesi ASN, Industri Belum Ada Respon
Kepala Baznas KBB Iing Nurdin akui selama ini penerimaan hanya dari zakat profesi ASN sementara dari industri belum ada respon sama sekali.

INILAHKORAN, Ngamprah - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengaku sejauh ini pihaknya baru fokus pada penerimaan zakat profesi dari aparat sipil negara (ASN) di KBB.

Kepala Baznas KBB, Iing Nurdin mengatakan, penerimaan zakat profesi dari ASN KBB ini memang nilainya fluktuatif, yaitu berkisar Rp250 juta hingga Rp300 juta.

"Sebelumnya memang rendah sekali. Alhamdulillah setahun atau dua tahun terakhir ada kenaikan," katanya, Senin 18 April 2022.

Baca Juga: Harapan Besar Hengky Kurniawan Terhadap Potensi Baznas KBB

"Kami juga berterimakasih kepada Pemda KBB dan para ASN yang sudah menzakatkan 2,5 persen dari profesinya," sambungnya.

Ia menilai, kendati sebelumnya dikatakan penerimaan zakat belum optimal. Namun, pihaknya berharap dengan adanya kolaborasi dengan Pemda KBB seluruh program bisa bergerak dengan cepat dan bersama-sama.

"Kemudian jika berbicara KBB itu adalah daerah industri, maka harapannya kita juga bisa masuk ke wilayah industri," ujarnya.

Kendati begitu, realisasi penerimaan zakat di kawasan industri tidak semudah yang dikatakan potensinya besar, tapi harus dilakukan mapping terlebih dahulu kira-kira berapa persen penerimaan zakat dari kawasan industri.

Baca Juga: Potensi Berlimpah, Karang Taruna KBB Dorong Petani Baru dari Milenial

"Sebetulnya kita sudah mencoba masuk ke beberapa perusahaan tapi responnya belum ada," ujarnya.

"Artinya, barangkali ada lembaga amil zakat lain yang sudah masuk dan bisa saja perusahaan tersebut sudah terikat," pungkasnya.*** (agus satia negara).


Editor : inilahkoran