INILAH, Subang - Kementerian Pertanian menjadikan 2018 ini sebagai tahun benih nasional. Karena itu, benih dan bibit unggul dari berbagai komoditas tanaman pangan, perkebunan, hortikultura, bahkan ternak gencar diproduksi. Tujuannya, tak lain untuk menggenjot produktivitas pertanian.
Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB) Sukamandi, selama ini diberi tanggung jawab oleh Kementerian untuk menciptakan inovasi baru di sektor pertanian. Salah satunya, bibit padi unggulan. Di 2018 ini, BB Padi Sukamandi telah meluncurkan sejumlah varietas benih padi, yang di antaranya telah digunakan oleh petani.
Kepala Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) Sukamandi, Priatna Sasmita menuturkan, sebagai lembaga penelitian penghasil teknologi tanaman padi dan benih sumber, jajarannya mendapat mandat untuk memroduksi varietas unggul baru (VUB) padi dalam skala besar.
"Di tahun ini, kami telah memproduksi 1.700 ton atau 1,7 juta kilogram benih sumber berbagai jenis varietas, dengan kelas benih pokok (BP/stock seed atau SS). Benih ini, labelnya berwarna ungu," ujar Priatna kepada INILAH di kantornya, Rabu (19/12/2018).
Dia menjelaskan, dari jumlah benih pokok yang telah di produksi, 1.000 ton di antaranya telah didistribusikan ke para petani penangkar di berbagai daerah. Benih tersebut, diberikan secara gratis kepada penangkar benih padi yang sudah menjadi mitra Kementerian Pertanian.
"Benih pokok ini, nanti oleh petani penangkar bisa dikembangkan menjadi benih sebar. Dengan adanya bantuan benih pokok ini, diharapkan mampu memenuhi kebutuhan benih padi bersertifikat secara nasional," jelas dia.
Dia menjelaskan, untuk selanjutnya kelas benih pokok ini berpotensi untuk dikembangkan jadi kelas benih di bawahnya. Yakni, benih sebar yaitu BR (extension seed) atau SS yang berlabel biru. Bila dalam satu hektare pertanaman produksi benih pokok, bisa menghasilkan minimalnya tiga ton benih sebar (SS), maka akan menghasilkan 204 ribu ton benih sebar.
Jumlah benih sebar yang mencapai 204 ribu ton itu, diyakini bisa memenuhi kebutuhan pertanaman padi dengan luas baku yang ada di Indonesia seluas 8,1 jut hektar. Dengan begitu, benih ini bisa memenuhi 100 persen kebutuhan benih padi bersertifikat secara nasional.
Adapun VUB yang diproduksi BB Padi selama tahun ini, dia menambahkan, ada berbagai macam. Untuk benih padi sawah irigasi, ada varietas Inpari 24 yang merupakan beras merah. Kemudian, Inpari 30 Ciherang Sub1. Inpari 32 HDB. Inpari 33, Inpari 34, Inpari 42 Agritan GSR. Lalu, Inpari 43 Agritan GSR. Serta Tarabas.
Sedangkan untuk padi gogo, ada Inpago 8, Inpago 10, Situ Bagendit, Rindang 1, dan Rindang 2. Sementara untuk sawah agroekosistem rawa, ada varietas Inpara 2, Inpara 3 dan Inpara 8. (Asep Mulyana)