Beban Berat Guru Harus Menjadi Fokus Menteri Nadiem
Pengamat Pendidikan Dan Satriana menilai pidato Menteri Nadiem membawa angin segar dan harapan baru untuk dunia pendidikan. Meski demikian, pembuktian akan pidato tersebut masih ditunggu dunia pendidikan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Pengamat Pendidikan Dan Satriana menilai pidato Menteri Nadiem membawa angin segar dan harapan baru untuk dunia pendidikan. Meski demikian, pembuktian akan pidato tersebut masih ditunggu dunia pendidikan.
Hal tersebut disampaikan Dan saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (25/11/2019).
Menurut Dan, narasi Nadiem dalam pidatonya merupakan pendapat pribadinya, bukan visinya sebagai menteri.
"Lagi-lagi yang kita butuhkan dari menteri bukan sekedar performa pribadi, bukan sekedar statement dia sebagai pribadi. Tapi, bagaimana dia mampu mengurai dan menciptakan kebijakan formal yang berdampak pada sistem," ucap Dan.
Lebih lanjut, Dan mengungkapkan, dalam momentum hari guru, pemerintah diharapkan lebih responsif terhadap keluh kesah seorang guru. Pasalnya, Profesi guru saat ini, memiliki tantangan segudang karena menghadapi murid yang tercukupi secara informasi.
"Tugas guru tidak lagi mudah. Bayangkan, setiap harinya mereka harus menghadapi murid zaman sekarang yang tercukupi secara informasi. Murid datang ke sekolah dengan berbagai informasi di kepalanya, dan itu tantangan berat," ujar Dan.
Selain itu, Dan menambahkan, satu diantara yang harus menjadi fokus Menteri Nadiem, yaitu beban seorang guru. Pasalnya, saat ini kerap kali guru tak fokus pada pekerjaannya karena dibebani permintaan administrasi.
Dan mencontohkan, seorang guru seringkali disibukkan dengan berbagai keperluan sertifikasi yang mana memengaruhi nilai honorariumnya.
"Guru itu harus mempersiapkan berkas dan dokumen yang harus disetor secara berjenjang. Guru juga harus menghadapi penilaian administrasi. Akhirnya guru tidak total dalam mengembangkan materi belajar," pungkasnya. (Ridwan Abdul Malik)
Editor : Bsafaat

