INILAH, Bandung- Memperingati 53 tahun Surat Perintah Sebelas Maret ( Supersemar), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) KEMA Telkom University gelar Diskusi Publik di The Panasdalam, Kota Bandung, Rabu (13/3) pukul 18.00 WIB.
Dalam diskusi publik tersebut, penyelenggara akan menghadirkan narasumber yang berkompeten dari kalangan akademisi, penulis dan sejarawan dan Panelis dari beberapa Presiden BEM Universitas.
Ketua pelaksana kegiatan, Yusuf Sugiarto dalam rilisnya mengatakan, diskusi ini menjadi rangkaian pemantik pergerakan mahasiswa.
Sekaligus untuk mengingat tragedi yang menjadi titik awal kekuasaan orde baru selama 32 tahun.
"Gerakan mahasiswa ini lahir dari kesadaran kritis. Dimana selama 32 tahun pemerintahan Orba dipenuhi dengan tragedi yang menimbulkan korban tidak sedikit. Mulai dari tragedi pembantaian jutaan rakyat indonesia, dibungkamnya pers, hingga penculikan aktivis mahasiswa jika mengkritik pemerintah, dan masih banyak lainnya yang mengorbankan masyarakat," kata Yusuf.
Sehingga, kata Yusuf, BEM Telkom University mengajak masyarakat dan mahasiswa untuk memperingati sejarah supersemar dalam diskusi publik yang dibertema "Gestapu Menuju Reformasi". Dalam diskusi tersebut, narasumber akan berdialog intaraktif dengan audiens yang hadir di tempat itu.
"Harapannya mahasiswa dan masyarakat menjadi lebih paham sejarah dan makna dari setiap kejadian. Kemudian menjadi rujukan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara hari ini dan di masa yang akan datang, ujarnya.